Alih Aksara Dan Alih Bahasa Naskah Kuno; Kêtèpèng Cina (Senna Alata)

Jamu untuk sakit kulit. Kêtèpèng Cina tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Gunanya untuk obat segala macam penyakit kulit seperti sakit kadhas, karena penyakit ini tidak hanya sejenis saja. Terdapat tiga jenis penyakit kadas, yang bentuknya hampir sama dan juga sama gatalnya.

  1. Yang paling gatal adalah jenis yang meruam berbentuk bundar seperti cincin dengan bagian tengah yang cerah.

Jenis ini sangat gampang menular. Apabila orang buang air besar di jamban yang baru digunakan oleh orang berpenyakit ini, atau duduk di kursi/tempat tidur yang baru digunakan penderita, maka akan dapat tertular. Demikian juga dengan penggunaan handuk yang baru digunakan oleh penderita juga dapat menularkan penyakit ini. Para pelancong yang sedang bepergian juga dapat tertular melalui para tukang cuci karena mereka sering kali tanpa sungkan sering meminjam kain yang dicucikan untuk dipakai.  Orang Jawa seringkali tidak mengetahui bahwa penyakit ini menular hingga sembrono dengan penyakit ini, hampir tidak ada orang Jawa yang tidak memiliki penyakit kulit, mereka tidak berhati hati dalam penggunaan kain cucian terlebih lagi untuk anak anak yang kulitnya masih sangat rentan.

  1. Kadhas jenis nomer dua banyak sekali kemiripannya dengan ketombe

Kadas ini sering kali berada di kepala, daun kêtèpèng Cina tadi ditumbuk hingga halus campur dengan sedikit abu, gosok ditempat yang ada kadhasnya, dua kali sehari. Hal ini juga berlaku untuk segala jenis penyakit kulit yang sudah saya ceritakan tadi. Ketepeng Cina terasa dingin sejuk di kulit. Banyak yang telah tertolong dengan tumbuhan ini, gatal gatal yang adapun menjadi hilang.

  1. Kadhas no tiga oleh orang Jawa dinamakan kadhas menthok,

Meruam namun tidak merah seperti jenis yang telah disebutkan di depan, bagian tengahnya juga tidak mengkilap merah, namun meruam kecil kecil bergerombol rapat. Hal ini biasanya muncul dari segala macam getah pakel, kweni, pepaya, mangga kopyor juga dapat mengakibatkan kadhas, juga kotoran ayam, kotoran menthok, serta sebab dari lain lainnya yang tidak diketahui, namun kebanyakan karena tertular.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *