Arsitektur Rumah Kalang Kotagede

Bangunan tempat tinggal dengan gaya arsitektur percampuran antara gaya rumah Indish dengan gaya rumah Jawa. Beberapa informasi menyebutkan masyarakat Kalang tidak diperkenankan membangun rumah seperti layaknya rumah orang Jawa terutama rumah para Priyayi yang sering disebut dengan Istilah Ndalem. Namun karena kondisi ekonomi mereka yang sangat baik, karena sebagian dari mereka adalah para saudagar maupun para insinyur bangunan serta tukang terampil maka mereka mampu  membangun rumah yang meniru gaya arsitektur  Indisch yang dikombinasikan dengan gaya arsitektur rumah bangsawan Jawa. Sebagai catatan, tidak banyak orang Jawa pada saat itu yang cukup kaya untuk membangun rumah yang demikian, sehingga rumah Kalang menjadi simbol kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Ada ciri-ciri yang menonjol dan menjadi karakter rumah kalang yaitu Dalem pada rumah Kalang tidak memiliki emper kiwa (teras kiri) dan emper tengen (teras kanan) seperti rumah Jawa.

Emper rumah Kalang diperluas dan ditutup bagian atasnya dan difungsikan sebagai gandhok, ruang makan yang disebut Gadri umumnya di belakang dan menyatu dengan pawon (dapur) dan kulah (kamar mandi), Pada rumah Kalang tidak terdapat seketheng (pintu depan di kiri atau kanan) yang memisahkan halaman bagian depan dan belakang seperti yang terlihat pada salah satu rumah Kalang Proyodranan dimana bagian yang biasanya pada  bangunan Jawa terdapat seketheng maka di Ndalem Proyodranan ini tidak ada, dan Karena sebagian besar pemiliknya adalah para pengusaha maka rumah Kalang sering dilengkapi dengan ruang-ruang untuk kegiatan ekonomi sebagai ruang usaha. Beberapa rumah Kalang dipengaruhi oleh gaya arsitektur Cina (patung, ornamen flora) dan Arab (kubah)

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *