Arsitektur Vernakular

Perkembangan arsitektur saat ini mengikuti perkembangan zaman, semakin berkembangnya teknologi arsitek tentunya akan mengikuti konsep atau gaya desain maupun material terbaru. Semakin terbatasnya sumber daya alam maka siapapun harus mempertimbangkan perancangan yang memperhatikan alam sekitar juga.

Seperti halnya dengan arsitektur vernakular, sejak jaman dahulu kala desain arsitektural memang selalu memperhatikan lingkungan sekitarnya, seolah ingin menyatu dengan alam sekitar konstruksi dilakukan dengan menggunakan material-material alam. Contohnya dapat kita lihat pada bangunan-bangunan adat yang sudah berdiri sejak jaman dahulu. Rumah-rumah adat itupun bervariasi sesuai dengan ciri khas budaya setempat.

Dilansir dari Wikipedia, arsitektur vernakular adalah arsitektur yang terbentuk dari proses yang berangsur lama dan berulang-ulang sesuai dengan perilaku, kebiasaan, dan kebudayaan di tempat asalnya. Vernakular, berasal dari bahasa Latin, yaitu vernacullus yang berarti lokal, domestik, asli, pribumi. Pembentukan arsitektur berangsur dengan sangat lama sehingga sikap bentuknya akan mengakar. Istilah arsitektur vernakular pertama kali diperkenalkan pada tahun 1964 oleh Bernard Rudofsky, Ia menggunakan istilah vernakular untuk menjelaskan mengenai arsitektur-arsitektur lokal yang ada di berbagai lokasi di dunia.

Ciri arsitektur Vernakular sendiri yaitu:

  1. Menggunakan material-material lokal
  2. Proses desainnya menggunakan pengetahuan masyarakat sekitar
  3. Menggunakan sistem struktur yang sederhana
  4. Merupakan hasil dari masyarakat lokal
  5. Berkaitan dengan budaya lokal

Beberapa contoh bangunan dengan gaya arsitektur vernakular, yaitu rumah adat yang tersebar di seluruh indonesia. Namun sayangnya saat ini gaya desain arsitektur vernakular sudah jarang sekali diterapkan pada pembangunan, oleh karena itu diharapkan kita dapat melestarikan budaya-budaya arsitektur vernakular ini dengan menerapkannya pada desain bangunan agar budaya kita tidak termakan jaman.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata, Architecture, Nusantara Architecture, Design, Building, Construction, Classic, Old Design, Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *