mostbet az casinolackyjetmostbet casinopin up azerbaycanpin up casino game

Asal Mula Saparan Joyokusumo

Nisan Pangeran Joyokusumo

Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Joyokusumo atau Pangeran Joyokusumo, juga dikenal dengan nama Joyokusumo I (1787–1829) adalah putra Sultan Hamengkubuwono II yang nomor 30 lahir dari garwa ampeyan (selir) Bendoro Mas Ayu Sumarsonowati. Pangeran Joyokusumo bergabung dengan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda. Cerita inilah yang akan menjadi asal mula Saparan Joyokusumo.

Pada tanggal 21 September 1829 dalam suatu pertempuran sengit di daerah Kokap Pangeran Joyokusumo terkepung musuh yang jumlahnya sangat banyak, sementara itu Rekso Diwiryo yang tergabung dalam pasukan Belanda berhasil menewaskan Pangeran Joyokusumo dan dua orang putranya yaitu Raden Mas Joyokusumo II dan Raden Mas Atmokusumo.

Pangeran Joyokusumo dipenggal kepalanya, kemudian kepalanya diserahkan ke pihak Belanda dan oleh Belanda diserahkan ke Kraton Yogyakarta. Oleh Kraton Yogyakarta kepala Joyokusumo dimakamkan di Banyusumurup Imogiri. Sedangkan badannya oleh masyarakat Kalirejo dimakamkan di Dusun Sengir Kalirejo yang sekarang sebagai tempat pelaksanaan Saparan Joyokusumo.

Nisan Pangeran Joyokusumo

Nisan Pangeran Joyokusumo

 

Setelah meninggalnya Pangeran Joyokusumo, atas petunjuk sesepuh desa, untuk mengenang jasa-jasa perjuangan Pangeran Joyokusumo dalam melawan penjajah Belanda diselenggarakan upacara kirim doa kepada Ingkang Sumare (Pangeran Joyokusumo) yang diselenggarakan setiap bulan Sapar dengan mengambil hari Kamis Wage. Karena pelaksanaan upacara kirim doa kepada Pangeran Joyokusumo ini di bulan Sapar maka dinamakan Saparan Joyokusumo, yang sampai saat ini masih diselenggarakan oleh masyarakat pendukungnya, yaitu warga masyarakat Dusun Sengir dan Dusun Papak, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.

Tujuan Upacara

Pada masa kini tujuan penyelenggaraan Saparan Joyokusumo untuk mengenang jasa perjuangan Pangeran Joyokusumo dalam melawan penjajah Belanda. Pada perkembangan selanjutnya kegiatan Saparan ini oleh masyarakat pendukungnya juga dipakai sebagai media ungkapan rasa syukur segenap warga masyarakat Dusun Sengir dan Dusun Papak, Kalurahan Kalirejo kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rakhmat yang telah dilimpahkanNya, disamping sebagai bentuk permohonan akan keberhasilan dalam kehidupannya pada masa yang akan datang. Masyarakat pendukungnya di Kalurahan Kalirejo percaya bahwa dengan menyelenggarakan Saparan Joyokusumo, mereka akan mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan terhindar dari segala hal-hal yang kurang baik bagi wilayahnya.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Saparan Joyokusumo

Waktu pelaksanaan Saparan Joyokusumo setiap tahun sekali di bulan Sapar dengan mengambil hari Kamis Wage, hal ini berdasarkan naluri yang sudah turun-temurun biasanya pelaksanaan Saparan menggunakan hari Kamis Wage, namun apabila di bulan Sapar tersebut tidak ada hari Kamis Wage baru diganti dengan hari Senin Wage. Dipilihnya hari Kamis Wage sebagai pelaksanaan Saparan, karena hari Kamis Wage adalah hari yang paling dekat atau menjelang hari Jumat Kliwon, sedangkan dipilihnya hari Senin Wage sebagai hari pengganti pelaksanaan Saparan karena hari Senin Wage adalah hari yang paling dekat atau menjelang hari Selasa Kliwon. Hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon bagi masyarakat Jawa adalah hari yang sangat disakralkan.

Tempat pelaksanaan Saparan Joyokusumo di Komplek Makam BPH Joyokusumo yang terletak di sebuah bukit, di Dusun Sengir, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk pelaksanaan upacara adat tahun 2021 ini pada hari Kamis Wage tanggal 30 September 2021, namun karena masih dalam suasana pandemi, maka penyelenggaraan upacara hanya seerhana saja seperti tahun yang lalu dengan mengikuti protokol kesehatan. Tidak ada kirab sesaji, pertunjukan kesenian, dan pengumpulan/ kerumunan masa. Penyelenggaraan Saparan Joyokusumo tahun 2020 (selama masa pandemi Covid 19) yang dilaksanakan pada hari Kamis Wage 15 Oktober 2020 dilaksanakan secara sangat sederhana, hanya acara sesaji saja, dan mengikuti protokol kesehatan. Tidak ada kirab sesaji, pertunjukan kesenian, dan pengumpulan/kerumunan masa.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.