Bambu Sebagai Material Bangunan

Bambu adalah material ringan yang berongga. Banyak orang mengira bahwa rongga tengah bambu merupakan kelemahan bagi bambu, padahal hal ini tidak benar. Bambu memang berongga, dan rongga tengah pada bambu sebenarnya merupakan ciri khas kekuatan bambu dan berfungsi sebagai bracer.Bracer dapat memperkuat bambu dan membuat elemen yang biasa digunakan sebagai struktur menjadi lebih ringan dan tidak kaku. Bambu juga memiliki karakter elastis dan tidak mudah pecah sehingga struktur bambu menjadi lebih dapat diandalkan.

Dalam kehidupan perdesaan, bambu biasanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan (rebung), makanan ternak (pucuk muda), pembungkus makanan (daun), bahkan digunakan untuk pembangunan (dinding, atap, tiang, pagar, hingga jembatan). Di sisi lain, bambu juga dapat meningkatkan dan memperbaiki aliran air bawah tanah.

Manfaat bambu sebagai material bangunan tenyata memiliki karakteristik dan fungsi yang beraneka ragam. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui jenis-jenis bambu beserta karakteristik dan fungsinya masing-masing.

Bambu Apus

Ini adalah jenis bambu yang paling sering digunakan sebagai material bangunan. Memiliki bentuk yang lurus, strukturnya yang kuat, bersifat stabil dan kokoh, menjadikan bambu ini cocok dijadikan sebagai material bangunan.

Bambu Petung

Pertumbuhan dari bambu ini dapat mencapai diameter 20 cm dan panjang 25 meter. Biasanya digunakan untuk tiang atau penyangga bangunan, bahan industri pulp dan kertas, kayu lapis, bangunan, mebel, anyaman, peralatan pertanian, dan peternakan.

Bambu Wulung

Pertumbuhan dari bambu ini dapat mencapai diameter 14 cm dan panjang 20 meter. Jenis bambu ini dapat tumbuh pada dataran yang tinggi maupun dataran rendah. Untuk itu, bambu wulung bertumbuh secara liar dengan tingkat pertumbuhan yang cukup cepat. Bambu ini biasanya digunakan untuk membuat anyaman hingga sebagai pagar, dan tiang rusuk bangunan karena mudah untuk ditekuk dan tidak mudah patah.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *