Batik Keraton

Keraton secara fisik merupakan pusat produksi kebudayaan. Keempat keraton di Yogyakarta dan Surakarta memiliki nilai penting sebagai berikut.

  1. Keraton-keraton itu merupakan simbol eksistensi kerajaan Mataram yang kejayaannya terkenal di jaman dulu.
  2. Keraton atau keratuan (ke-ratu-an) atau dalam bahasa Jawa kedhaton, adalah tempat tinggal raja, tempat bersemayam raja. Kalau rakyat hendak menghadap raja, mereka harus datang ke keraton ini. Pada masa silam, para wakil kawulo (rakyat) harus berbusana putih-putih dan berjemur di alun-alun keraton untuk menghadap raja (tradisi laku pepe).
  3. Keraton merupakan pusat pemerintahan politis. Wilayah kekuasaan kasultanan diklasifikasi menurut konsep lapisan konsentris ”trimandala praja”. Lapisan terdalam yang merupakan wilayah pusat kerajaan disebut ’nagara’. Ini adalah ibukota kerajaan yang menjadi tempat tinggal raja dan para pejabat penting. Pusat ’nagara’ adalah keraton. Lapisan kedua disebut wilayah ’nagaragung’, yaitu daerah-daerah sekitar kota (ommanlanden). Lapisan ketiga disebut wilayah ’monconagara’, yaitu daerah-daerah yang jauh (buiten-gawesten).
  4. Keraton adalah pusat kebudayaan Jawa. Dari sinilah kebudayaan Jawa dikembangkan, ditularkan, dan diwariskan. Keraton mempunyai ahli-ahli budaya dan para pujangga. Raja yang arif seperti Sultan Hamengku Buwono I adalah pencipta dan pengembang kebudayaan yang kreatif. Ia mewariskan pemikiran-pemikiran filosofis dan juga karya-karya seni.
  5. Keraton adalah pusat kerohanian (spiritualitas). Raja adalah seorang ’Panata Gama’ atau ’kalifatulah’, yaitu seorang pemimpin agama. Keraton Yogyakarta juga merupakan pusat kekuatan magis yang terhubung dengan garis lurus mistis dengan kekuatan spiritual gunung Merapi di sebelah utara dan kekuatan spiritual samudera Hindia (kerajaan Nyai Roro Kidul) di sebelah selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *