Belajar Gerakan Tari Ledo Hawu Asal Pulau Sabu

Belajar Gerakan Tari Ledo Hawu Asal Pulau Sabu – Pulau Sabu (atau Sawu) terletak di Laut Sawu, sebelah timur Pulau Sumba dan barat Pulau Rote, NTT. Pulau ini memiliki luas 414 km² dengan topografi berbukit dan dataran rendah. Pulau Sabu dihuni oleh sekitar 100.000 orang. Mayoritas penduduknya adalah suku Sabu yang memiliki bahasa dan budaya sendiri. Suku Sabu memiliki budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Di pulau ini, terdapat tari tradisional khas budaya masyarakat Sabu yang disebut dengan Tari Ledo Hawu. 

Tari Ledo Hawu merupakan tari tradisional yang biasa diselenggarakan untuk acara adat atau keagamaan. Tidak hanya di acara keagamaan, tari ini juga dipentaskan dalam menjamu tamu penting, pesta, dan pertunjukan budaya. Tari ini biasanya dibawakan secara berpasangan pria dan wanita dengan gerak tari dan iringan musik tradisional seperti gong dan tabur. Jumlah penari biasanya terdiri dari 3 hingga 5 orang, artinya 3 sampai 5 penari pria dan 3 sampai 5 penari wanita. 

Pertunjukan Tari Ledo Hawu dilakukan dalam 6 babak. Babak pertama, penari masuk ke dalam arena terpisah antara pria dan wanita kemudian menuju tengah arena dan membentuk formasi tarian melingkar. Babak kedua, penari menari berpasangan pria dan wanita sambil penari pria memainkan pedang dan penari wanita merendah dengan mengayunkan tangan ke depan belakang. Babak ketiga, penari membentuk barisan dengan penari pria memainkan pednag dan penari wanita menari dengan memegang sarung di tangan kanan dan tangan kiri diletakan di pinggang. Babak keempat, penari membentuk lingkaran dengan penari pria melompat ke dalam dan mundur. Babak selanjutnya, penari wanita maju ke pinggir membentuk lingkaran dan merendah sambil menyaksikan penari pria yang melakukan perang tanding. Babak terakhir, perang tanding selesai dan para penari berbaris untuk keluar arena dengan gerakan yang sama saat masuk ke dalam arena. 

Baca juga : Menyelami Pengalaman Berbeda di Agro Science Techno Park Desa Jimbung

Dahulu, tari Ledo Hawu dipentaskan sebagai bagian dari upacara kematian untuk kaum tertentu, seperti bangsawan, tokoh adat, dan kepala suku Sabu. Tarian ini dianggap sakral dan memiliki nilai tertentu karena hanya dipentaskan untuk memperingati kematian masyarakat yang memiliki kedudukan tinggi di Suku Sabu. Tari Ledo Hawu dianggap sebagai penolak bala yang menjauhkan roh-roh jahat dan mengantarkan arwal yang meninggal kepada tempat istirahat yang abadi. Tari Ledo Hawu dipentaskan dengan tujuan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan.  

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *