Berikut Sebaran Sumber Daya Pariwisata di Indonesia

Berikut Sebaran Sumber Daya Pariwisata di Indonesia – Pariwisata adalah segala aktivitas wisata yang didukung dengan sarana prasarana untuk kepentingan hiburan atau kepentingan pribadi lainnya. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjanjikan untuk mendatangkan devisa dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi Masyarakat. Menurut Undang-Undang No.10 tahun 2009, pariwisata sering diartikan sebagai rangkaian kegiatan wisata yang didukung fasilitas dan layanan dari masyarakat, pengusaha, dan pemerintah.

             Kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.5 tahun 2022, pembangunan destinasi wisata di  Indonesia terdiri dari dua perwilayahan, yakni: 

– 50 destinasi pariwisata nasional atau DPN ditetapkan ada pada 34 provinsi di Indonesia.

– 80 kawasan strategis pariwisata nasional atau KSPN yang tersebar pada 50 DPN.

             Kawasan strategis pariwisata nasional adalah kawasan yang mempunyai fungsi utama sebagai wilayah pariwisata atau mempunyai potensi dalam pengembangan pariwisata nasional. Potensi sumber daya pariwisata yang ada di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, di antaranya:

  1. Pulau Sumatera

            (Danau Maninjau, Benteng Fort de Kock, Lembah Anai, Suaka alam Way Kambas, Benteng Marlborough, Taman Nasional Gunung Leuser, Danau Laut Tawar, Danau Toba, Danau Singkarak).

  1. Pulau Jawa

            (Dataran Tinggi Dieng, Candi Borobudur, Gunung Bromo-Tengger, Taman Nasional Baluran, Candi Prambanan, Gunung Kelud,Gunung Tangkuban Perahu, Pantai Pelabuhan Ratu, Taman Mini Indonesia Indah).

  1. Pulau Kalimantan

            (Istana Kasultanan Sambas, Museum Lambung Mangkurat, Taman Nasional Tanjung Puting, Pantai Pasir Panjang, Danau Riam Kanan, Pulau Derawan, Danau Sentarum, Bukit Kelam, Pulau Kakaban, Danau Labuan Cermin, Pantai Melawai, Pasar Terapung Muara Kuin, Bukit Rimpi, Sungai Mahakam). 

  1. Pulau Sulawesi

             (Masjid Tua Palopo, Pantai Losari, Taman Wisata Renboken, Taman Laut Bunaken, Tana Toraja, Danau Tondano, Air Terjun Tinoor, Pantai Malalayang, Air Terjun Tumimperas, Taman Hutan Raya Gunung Tumpa, Pulau Siladen, Pulau Mahoro, Danau Linow, Taman Laut Bunaken, Pulau Manado Tua, Air Terjun Kima Atas).

  1. Pulau Papua

            (Pantai Koren, Gugusan Pulau Raja Ampat, Danau Sentani, Pantai Base-G, Taman Nasional Wasur, Taman Nasional Lorentz, Lembah Baliem, dan Air Terjun Wafsarak, Wisata Taman Nasional Lorentz, Danau Idenberg, Pantai Amai, Pantai Bosnik, Pantai Gedo, Pantai Wasur.)

  1. Pulau Bali

            (Legian, Danau Batur, Pura Ulun Danu Beratan Bedugul, Pura Besakih, Tirta Gangga, Tegalalang Rice Terrace, Gunung Batur, Air Terjun Tegenungan, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pura Penataran Agung Lempuyang, Hidden Canyon Beji Guwang, Pantai Balangan, Pantai Pandawa, Diamond Beach Nusa Penida, Pantai Melasti, Kelingking Beach Nusa Penida).

Baca juga : Tren Ekonomi Pariwisata Provinsi Jawa Barat

Kami selaku konsultasi pariwisata mengucapkan terimakasih kepda instansi tekait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi para pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungu admin kami di

(0812-3299-9470).

 

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.