Definisi Cagar Budaya

Definisi Cagar Budaya – Menurut ensiklopedia, cagar budaya merupakan daerah yang kelestarian masyarakatnya dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan. Menurut Uka Tjandrasasmita (2009:309), bahwa yang meliputi Benda cagar budaya adalah:

  1. Benda bergerak dan tidak bergerak yang dibuat oleh manusia atau yang merupakan bagian alam.
  2. Benda yang dianggap mempunyai nilai penting bagi paleontropologi
  3. Situs (tapak) yang mempunyai arti penting bagi sejarah.
  4. Tanaman dan bangunan yang terdapat di atas situs dan dapat memiliki kepentingan langsung bagi benda-benda.  

Cagar budaya merupakan warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya. Menurut Bagas Prasetyo (2018) Cagar budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan bangsa Indonesia, karena cagar budaya adalah bukti perjalanan panjang sejarah peradaban bangsa Indonesia pada masa lalu yang tersebar di seluruh wilayah nusantara mulai dari Sabang sampai Merauke. Bangunan Cagar Budaya ini perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Kriteria bangunan cagar budaya yaitu telah berusia 50 tahun dan memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa. Kemudian bangunan cagar budaya merupakan susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau benda buatan manusia yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ruang berdinding atau tidak berdinding, beratap, sedangkan kawasan Cagar Budaya merupakan satuan ruang geografis yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan memperlihatkan ciri tata ruang yang khas (UU Nomor 11 Tahun 2010).

Dalam perda DKI 9/1999 bangunan Cagar Budaya adalah benda/ obyek bangunan/lingkungan yang dilindungi dan ditetapkan berdasarkan kriteria nilai sejarah, umr, keaslian, kelangkaan, landmark/tengaran dan nilai arsitekturnya. UNESCO mendefinisikan kawasan bersejarah adalah sebagai berikut: “Group of buildings: Group of separate or connected buildings. Which because of their architecture, their homogeneity ar their place in landscape, are of outstanding universal value from the point of view of history, art or science.”

I Gede Widja (1989:60) menjelaskan bahwa benda cagar budaya yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai media, sumber belajar dan alat bantu untuk mendukung usaha-usaha pelaksanaan strategi serta metode mengajar. Karenanya, benda cagar budaya memiliki manfaa untuk kepentingan agama, sosial, pariwisata, pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Baca juga : Pengelolaan Lingkungan Tata Ruang dan Arsitektural

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di(0812-3299-9470).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *