DESA WISATA KETINGAN BERBASIS KEUNIKAN SUMBER DAYA ALAM

Salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman adalah Desa Wisata Ketingan atau sering juga disebut dengan desa wisata burung kuntul (bangau). Desa ini menjadi begitu istimewa karena keberadaan koloni burung kuntul dan burung blekok yangberjumlah ribuan. Setiap pagi, burung-burung tersebut akan terbang berpencar meninggalkan desa menuju ke persawahan yang banyak airnya untuk mencari makan. Saat menjelang senja, burung-burung ini akan kembali ke Dusun Ketingan. Mereka akan bertengger dan bersarang di pepohonan yang memang masih banyak terdapat di Desa Ketingan. Keberadaan burung kuntul dan bleok di Dusun Ketingan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, yakni sekitar tahun 1997. Kala itu, koloni burung kuntul mulai berduyun-duyun dating ke wilayah Ketingan setelah persemian gapura desa oleh Sultan Hamengku Buwono X.

Pada tahun 2005 digagaslah usaha untuk menjaga keberadaan burung kuntul tersebut. Akhirnya diputuskan bahwa Dusun Ketingan menjadi sebuah desa wisata yang menawarkan keindahan serta keasrian desa, serta tak ketinggalan koloni burung kuntul. Oleh karena itu, Desa Wisata Ketingan dikenal sebagai Desa Wisata Fauna Burung Kuntul. Selain pengamatan burung kuntul, Dusun Ketingan juga menawarkan paket wisata pembuatan jamu, bertani, menyaksikan upacara daur hidup, serta kesenian gejog lesung.

Dari aspek daya Tarik di dusun ketingan terdapat banyak gardu yang dapat digunakan sebagai tempat pengamatan burung (bird watching). Saat paling tepat untuk mengamati pola perilaku burung-burung tersebut adalah dipagi hari atau disore hari. Saat pagi, burung-burung akan terbang secara berkelompok meninggalkan desa, sedangkan saat sore, koloni burung kuntul akan pulang kembali ke sarangnya. Pagi dan sore juga merupakan saat yang pas untuk berburu foto burung kuntul. Burung kuntul yang ada di dusun ketingan juga memiliki perilaku yang unik. Setiap malam purnama dan jumat kliwon (penanggalan jawa), mereka memiliki kebiasaan berkumpul. Ribuan burung kuntuk akan terbang dan mengepak-kepakkan sayapnya yang putih bersih diatas desa mulai sore hari hingga malam. Tentu saja kebiasaan berkumpul ini menjadi pemandangan tersendiri dan momen yang sangat bagus dari para fotografer.

Selain menyaksikan koloni burung kuntul beserta habitatnya, wisatawan yang berkunjung ke tempat ini juga dapat belajar bertani, membuat jamu, gejog lesung, serta menyaksikan upacara daur hidup. Wisatawan yang memilih paket liburan dengan belajar bertani, wisatawan dapat mencoba menggarap tegal (lading), menanam padi, membajak sawah, atau memanen padi yang sudah menguning. Ritual khusus Merti Bumi yang digelar setahun sekali. Ritual ini digelar sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil bumi yang melimpah. Dalam kegiatan ini warga Ketingan akan mengenakan pakaian tradisional, kemudian berjalan mengelilingi desa sambal membawa gunungan hasil bumi.

Desa Wisata Ketingan terletak di Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Jarak dari pusat kota Yogyakarta ke Desa Wisata Ketingan hanya 10 km, sedangkan dari Jalan Magelang hanya berjarak 3 km. Wisatawan yang membawa kendaraan pribadi dapat menempuh rute Yogyakarta-Jalan Magelang–Mlati–Desa Wisata Ketingan. Terdapat petunjuk arah menuju Desa Wisata Ketingan. Jalan menuju Desa Ketingan cukup mudah dan mendatar Pengelola Desa Wisata Ketingan menyediakan fasilitas penjemputan bagi wisatawan yang akan mengunjungi Desa Ketingan. Akses lain dapat ditempuh melalui kendaran umum berupa angkot khusus untuk menuju Desa Wisata Ketingan yang tersedia di Terminal Jombor.

Sebagai Desa Wisata yang terus berbenah diri guna menyambut kedatangan wisatawan, beberapa fasilitas dan akomodasi guna memudahkan wisatawan mulai dilengkapi. Fasilitas yang ada di Dusun Ketingan antara lain, pemandu lokal, menara pengamatan burung, tempat menginap ala pedesaan yang mampu menampung sekitar 30 orang, serta kendaraan antar jemput wisatawan bila diperlukan. Masayarakat Dusun Ketingan terlibat langusng dalam pengelolaan Kawasan Desa Wisata Ketingan, keterlibatan masyarakat berupa kelembagaan pengelola desa wisata, pelestarian alam sebagai tujuan utama wisata di desa ketingan, penyediaan rumah warga sebagai home stay bagi wisatawan yang akan menginap, sebagai pemandu wisata maupun pengelola kegiatan kesenian yang ada di Dusun Ketingan, penyediaan kios maupun warung-warung kuliner, serta berbagai macam kegiatan lain yang menunjang kegiatan wisata di Dusun Ketingan.

Pemasaran Desa Wisata Ketingan dilakukan melalui media massa cetak maupun elektronik, selain pengelolaan pemasaran secara swakelola oleh pengelola desa wisata, pemasaran desa wisata juga mendapat bantuan oleh pihak pemerintah melalui website pemereintah Kabupaten Sleman maupun Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan, dari aspek kelembagaan dan SDM Kelembagaan dilakukan secara swadaya masyarakat dengan adanya bantuan baik secara financial maupun pelatihan pelatihan oleh pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *