Desa Wisata Pogalan Kabupaten Magelang, Melihat Desa Wisata di Kaki Gunung Merbabu.

Wilayah Objek Wisata Desa Pogalan berada di lereng Gunung Merbabu, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Desa Pogalan memiliki luas wilayah 719.175 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 3.590 Jiwa. Penghasilan utama masyarakat yang berada di Desa Pogalan yaitu berupa hasil pertanian dan perkebunan karena keadaan lingkungan yang sangat mendukung. Objek Wisata yan terdapat di Desa Pogalan sendiri terdiri dari 2 destinasi wisata yaitu Top Selfie Kragilan dan Rumah Kurcaci yang berada di area Hutan Pinus Grenden.

Sejarah berdirinya Objek Wisata di Desa Pogalan yaitu Top Selfie Kragilan yang di dapat dari hasil penelitian dari lapangan yaitu berasal dari salah seorang pemuda desa menjelaskan bahwa adanya wisata Top Selfie Kragilan yaitu karena unsur ketidak sengajaan. Awalnya ada beberapa orang yang berhenti di pinggir jalan di daerah Kragilan dan kemudian mengambil foto di tempat itu. Setelah itu bapak Antoni melakukan diskusi dengan Kepala Dukuh Dusun Kragilan agar dapat menyediakan tempat parkir dengan menarik uang seharga Rp. 3.000 per motor sebagai jasa keamanan. Karena jika tidak seperti itu ada ketakutan warga terkait perihal kehilangan kendaraan orang yang datang ke tempat itu. Top Selfie Kragilan sendiri berdiri pada 29 Desember Tahun 2015. Pada tahun tersebut baru di tarik uang jasa keamanan saja dan belum menarik uang tiket masuk wisata. Daya tarik dari wisata Top Selfie Kragilan sendiri yaitu jalan menanjak yang berada di antara hutan pinus. Setelah tahun berikutnya mulai di tarik tiket masuk destinasi wisata hutan pinus Top Selfie Kragilan sebesar Rp. 5.000 dengan tarif parkir sebesar Rp. 3000. Kemudian pada Tahun 2017 warga Dusun Kragilan bekerjasama dengan Taman Nasional dan mengambil alih wisata tersebut, karena lahan tersebut berada di zona hijau yang merupakan salah satu daerah di bawah naungan Taman Nasional. Kemudian setelah adanya campur tangan Taman Nasional tersebut maka segala hal aktivitas yang berada di wisata tersebut harus ada persetujuan dari pihak Taman Nasional.

Kemudian destinasi wisata kedua yang ada di Objek Wisata Pogalan yaitu Rumah Kurcaci yang berada di Dusun Grenden. Awal mulanya Dusun Grenden merupakan jalur pendakian Gunung Merbabu, akan tetapi untuk sementara waktu ini jalur pendakian ditutup. Salah seorang yang berada di Dusun Grenden yaitu Bapak Siswanto berpendapat bahwa dusun tesebut memiliki potensi untuk dijadikan objek wisata yang saat ini di kenal dengan Wisata Rumah Kurcaci. Wisata Rumah Kurcaci di Dusun Grenden sendiri menawarkan wisata alam yang berupa hutan pinus sama seperti wisata yang berada di Top Selfie Kragilan. Akan tetapi tentunya memiliki perbedaan dalam hal daya tarik yang ditawarkannya. Daya tarik yang ditawarkan Rumah Kurcaci di Dusun Grenden ini selain adanya spot foto hutan pinus dan pemandangan alam disekitarnya tentu yang utama adalah rumah yang berukuran kecil yang disebut dengan Rumah Kurcaci. Wisata Rumah Kurcaci sendiri bediri pada 22 Juni Tahun 2016 dan tepatnya sekitar 6 bulan setelah adanya wisata Top Selfie Kragilan. Daya tarik yang ditawarkan Objek Wisata Pogalan kepada para wisatawan yaitu berupa wisata alam. Wisata alam yang disediakan di Objek Wisata Desa Pogalan yaitu pemandangan alam sekitarnya dengan hutan pinus yang menjulang tinggi. Wisata tersebut berada di Dusun Kragilan dan Dusun Grenden.

Status pengelolaan wisata Top Selfie Pinus Kragilan oleh masyarakat setempat menjadi salah satu bentuk komitmen masyarakat dalam berpartisipasi untuk mengembangkan potensi daerah melalui pengembangan pariwisata lokal. Pengelolaan wisata Top Selfie Pinus Kragilan yang berbasis pada masyarakat memiliki kerentanan penurunan kualitas terhadap pengembangan wisata karena minimnya modal dan kemampuan masyarakat lokal untuk mempromosikan wisata di era sekarang. Tidak semua pihak masyarakat ikut berpartisipasi dalam upaya pengembangan wisata Top Selfie Pinusan Kragilan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan wisata kurang berkembang.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *