Dolung-dolung

Dolung-dolung adalah salah satu kue tradisional yang sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat di Kabupaten Simalungun. Dolung-dolung merupakan kue khas dari parapat, kota wisata yang terletak di tepi Danau Toba, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dolung-dolung disajikan pada saat acara adat, dinikmati saat panatua adat dan pihak yang melaksanakan hajatan adat sambil berbincang.

Dolung-dolung berbahan dasar tepung beras atau beras ketan, di campur dengan kelapa parut atau santan kelapa dan gula aren merah, kemudian dibungkus dengan daun bamboo di kukus sampai matang lalu disajikan selagi hangat. Dolung-dolung ini banyak dibuat oleh para ibu-ibu yang ada di Kabupaten Simalungun, khususnya Kota Parapat. Karakteristik dari yang terdapat pada dolung-dolung ini adalah sebagai berikut:

  • Makanan ini merupakan makanan asli daerah Parapat
  • Dibuat saat upacara adat, seperti lamaran.
  • Kue dolung-dolung berbentuk bulat dan menjadi simbol hasil pemufakatan yang bulat teguh diantara kedua belah pihak family penganten.
  • Dolung-dolung dibuat sama dengan pembuatan ombus-ombus, hanya saja dalam pembuatan dolung-dolung dikepal sehingga berbentuk kepalan dan dibungkus saun bambo.

Dolung-dolung ini termasuk makanan yang memiliki masa simpan cukup lama, kalau dalam cara pembuatannya benar, maka bisa bertahan selama 3-5 hari.  Adapun cara pembuatan yang benar adalah sebagai berikut:

  1. Beras direndam selama satu malam;
  2. Setelah direndam, beras ditumbuk halus dengan menggunakan lesung atau klumpang yang terbuat dari kayu sebagai wadah tumbukan dan kayu penumbuk;
  3. Setelah ditumbuk, beras diayak atau disaring sehingga terpisah tepung beras yang kasar dan yang halusnya;
  4. Lalu, tepung dibagi dua, setengahnya dimasak dengan air secukupnya hingga menjadi halus seperti bubur, sisanya dimasukkan dan diaduk sampai merata;
  5. Masukkan garam secukupnya sambil diaduk sampai rata;
  6. Dalam keadaan masih hangat, adonan dibentuk seukuran bola pingpong lalu masukkan ula merah yang sudah ditumbuk halus kedalamnya, lalu tutup gula tersebut dengan adonan dolung-dolung;
  7. Selanjutnya bungkus adonan dolung-dolung dengan daun muda;
  8. Lalu kukus dolung-dolung tersebut sampai matang dan wangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *