Etnomatematika Mengurai Relasi Antara Matematik dan Budaya

Etnomatematika Mengurai Relasi Antara Matematik dan Budaya – Etnomatematika adalah sebuah bidang studi yang mengkaji hubungan antara matematika dan budaya. Bidang ini mengeksplorasi bagaimana matematika tertanam dalam berbagai budaya di seluruh dunia dan bagaimana budaya memengaruhi cara orang memahami dan menggunakan matematika. Tujuan pembelajaran matematika dengan etnomatematika adalah untuk mengintegrasikan pembelajaran matematika ke dalam budaya masyarakat. 

Budaya memiliki berbagai bentuk, seperti seni, musik, tarian, arsitektur, dan bahasa. Di dalam semua bentuk budaya tersebut, terdapat konsep dan pola matematika yang tertanam di dalamnya. Contohnya, pola batik, anyaman, dan ukiran tradisional mengandung konsep geometri dan simetri. 

Budaya juga memengaruhi cara orang memahami dan menggunakan matematika. Contohnya, sistem bilangan yang digunakan di berbagai budaya berbeda-beda. Ada yang menggunakan sistem bilangan desimal, ada yang menggunakan sistem bilangan biner, dan ada pula yang menggunakan sistem bilangan vigesimal (berbasis 20).

Kajian Etnomatematika oleh Serepinah dkk (2023) menunjukkan hasil bahwa pendidikan matematika merupakan salah satu pelajaran yang sangat relevan sebagai pendidikan multikultural. Pendekatan etnomatematika menggunakan kekayaan budaya lokal Nusantara sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dan mendalami materi matematika. Pendekatan ini berpotensi untuk meningkatkan minat belajar, keterlibatan siswa, pemahaman yang lebih dalam terhadap konsep-konsep matematika, keterampilan dalam memecahkan masalah secara kreatif, memperluas perspektif matematika, serta membentuk sikap inklusif, toleransi, dan menghargai keberagaman budaya. 

Pendidikan Multikultural bisa diterapkan secara langsung maupun tidak langsung, salah satunya melalui pendekatan pembelajaran etnomatematika dalam pendidikan matematika. Melalui pendidikan multikultural, pembelajaran matematika dapat memberikan manfaat yang besar dan membentuk sikap positif terhadap keberagaman budaya.

Beberapa kajian etnomatematika lainnya yaitu kajian oleh Hariastuti dkk (2019) yang menyebutkan bahwa etnomatematika digunakan dalam konstruksi rumah adat Using Banyuwangi, seperti geometri dua dimensi dan phythagoras. Kajian oleh Utami dkk (2020) menghasilkan kesimpulan bahwa dalam Kalender Jawa terdapat etnomatematika yang berupa penginat dan aritmatika sebagai penentu hari serta siklus mingguan dan pasaran. 

 Etnomatematika adalah bidang studi yang menarik dan bermanfaat. Dengan melakukan kajian etnomatematika, kita dapat memahami hubungan antara matematika dan budaya, dan meningkatkan apresiasi kita. 

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Baca juga : Mendorong Kemajuan Industri Pariwisata Indonesia dengan Penelitian

Sumber:

Rawani & Fitra. (2022). Etnomatematika: Keterkaitan Budaya dan Matematika. Jurnal Inovasi Edukasi. 5(2). 

Serepinah, M., & Nurhasanah, N. (2023). Kajian Etnomatematika Berbasis Budaya Lokal Tradisional Ditinjau Dari Perspektif Pendidikan Multikultural. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, (2), 148-157.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *