Fact Finding Mongkrang View

Mongkrang View merupakan wisata rintisan yang dikelola oleh warga setempat yang bergabung dalam LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) terletak di Tawangmangu. Luas lahan area Mongkrang View adalah 4,8 Ha, namun belum semua area dimaksimalkan. Secara umum lahan yang telah dipakai terbagi dalam 2 kawasan yaitu Kawasan yang pertama berfungsi untuk parkir sedangkan yang kedua adalah Kawasan wisata yaitu taman Sakura.

Fact finding pada mongkrang view dapat dilihat dari sisi aspek produk, aspek pelayanan, aspek pengelolaan yang terurai pada aspek produk mongkrang view yang dimana terdapat papan informasi atau reklame bukit sakura lawu dengan tagline “Rest area dan wisata alam keluarga”, dimana aspek produk tidak terdapat peta kawasan wisata yang terpasang didekat pintu masuk dan dibeberapa tempat strategis, terdapat gapura pintu masuk yang terbuat dari besi yang tidak terawatt dan berkarat, tidak terdapat informasi area parkir, dengan ketentuan seperti tidak ada rambu-rambu (keluar masuk kendaraan, petunjuk kearah loket) dan pembagian jenis kendaraan dengan marka yang jelas, kondisi lahan parkir berbatu dan tidak rata, sehingga nampak kontur tanah tidak landau, tidak terdapat rambu-rambu dan jalur evakuasi serta titik kumpul, terdapat dua loket dengan pintu masuk dan loket outbound yang tidak terpakai dan tidak terawatt, terdapatnya tarif tiket masuk HTM Rp. 10.000 per orang, diarea taman sakura terdapat fasilitas toilet yang disediakan oleh Mongkrang View berada di 2 titik. Titik Toilet yang pertama terletak di belakang loket kasir dan titik ke dua berada di area Taman sakuran. Toilet pertama dengan bangunan semi permanen karena menggunakan setengah bangunan bata dan setengah papan, dengan atap dari asbes. Jumlah toilet yang terletak dititik pertama ada 6 buah toilet, 3 toilet untuk Wanita dan 3 toilet untuk laki-laki. Toilet telah dipisahkan antara toilet Wanita dengan toilet untuk laki-laki. Kondisi toilet sangat tidak terawat, kotor dan Nampak kabel-kabel intalasi listrik tidak tertata dengan baik.

Pada mongkrang view terdapat fasilitas mushola yang disediakan bersebelahan dengan toilet. Kondisi toilet terbuat dari bangunan papan yang sangat sederhana dengan lantai dari semen yang dilapisis dengan karpet. Menyediakan peralatan ibadah yang tidak terawat dan tidak tertata rapi dan terbuka. Belum memenuhi protokol Kesehatan pada masa pandemi ini. Selain itu disediakannya pengelolaan sampah, terdapat capilano berupa jembatan bamboo, kondisi tidak terawatt, dan tidak aman untuk digunkan karena bamboo sudah mulai lapuk, terdapat area camping ground di beberapa titik yang kondisinya tidak terawat dan kurangnya kesadaran pengunjung untuk peduli lingkungan. Selain itu, Taman Sakura atau Bukit Sakura dengan kondisi Gerbang masuk bukit Sakura tidak terawat, Pohon Sakura tidak terurus padahal itu menjadi iconic dari lokasi Mongkrang View, Landscape sekitar bukit Sakura tidak terawat, dan memiliki pohon Sakura asli dari Jepang yang tidak terawat, kondisi hampir mati, jalur pengunjung sudah ada namun belum terlihat secara jelas dan khusus, serta jalan tidak nampak karena tertutup oleh rumput.

Dari aspek pelayanan tidak ada penerapan Protokol Kesehatan (pengecekan suhu, screening Peduli Lindungi, dan anjuran cuci tangan). Terpasang anjuran menggunakan masker dan cuci tangan di area loket tiket, petugas di loket tidak ramah, tidak komunikatif dan tidak menggunakan masker pada saat menerima kunjungan survei, sudah terdapat pengurus pemeliharaan taman namun dengan jumlah sangat terbatas (6 orang), sudah terdapat Instagram dan Facebook. Instagram sudah tidak aktif, dan tidak memiliki petugas khusus seperti tidak ada petugas parkir, tidak ada petugas keamanan (Security), tidak ada petugas kebersihan, contoh toilet dan mushola, tidak  ada  petugas  khusus  menangani  sales  and  marketing (termasuk untuk mengelola media sosial), dan belum ada petugas pada setiap area spot selfie dan wahana.

Dari sisi aspek pengelolaan, pengelolaan belum memiliki struktur organisasi yang jelas, beserta uraian tugas, SOP, instruksi kerja dan matrik kebutuhan SDM berikut spesifikasi jabatan, pengelolaaan sampah belum dikelola dengan baik: pengambilan sampah belum diambil secara rutin, belum ada pemisahan jenis sampah, utilitas listrik dengan kapasitas 2200kva, namun belum tersedia genset, ketersediaan air bersih terbatas, membutuhkan suplai air satu tengki (8000liter) dalam satu minggu, sinyal operator telekomunikasi dapat dijangkau dengan kualitas sinyal yang baik (seperti Telkomsel, Indosat, dan XL), dan tidak adanya struktur organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *