Feasitibility study atau studi kelayakan

Feasitibility study atau studi kelayakan – Feasitibility study (studi kelayakan) merupakan studi atau pengkajian apakah suatu usulan proyek/gagasan usaha apabila dilaksanakan dapat berjalan dan berkembang sesuai dengan tujuannya atau tidak. Objek atau subjek maters studi kelayakan adalah usulan proyek/gagasan usaha. Usulan proyek tersebut dikaji, diteliti, dan diselidiki dari berbagai aspek tertentu. Dalam studi kelayakan yang di studi (diteliti) misalnya aspek pemasaran, aspek tehnik, aspek komersial, aspek yuridis, aspek social budaya, aspek paedogasis dan aspek ekonomi (Primyastanto, 2011:3). Menurut Sunyoto (2013:34) feasibility study merupakan kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang diperoleh dari kegiiatan tersebut dan merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha yang direncanakan.

Feasibility study merupakan suatu studi yang akan digunakan untuk menentukan kemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau dihentikan. Studi kelayakan (fasibility study) juga disebut dengan istilah High point review (Jogiyanto, 2018). Menurut Krieger, Martig, van den Brink, &Berger (2016), studi kelayakan adalah prosedur untuk memprediksi hasil pemeriksaan investigasi, atau penilaian skema yang direncanakan bersama dengan kemungkinan keuntungan. Studi kelayakan dilakukan dengan tujuan untuk menghindari keterlanjuran investasi yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Biaya yang dikeluarkan pada suatu studi kelayakan relatif kecil dibandingkan dengan risiko kegiatan suatu proyek yang menyangkut investasi dalam jumlah besa, Subagyo (2008) dalam Sutika, Wiksuana, & Artini (2017).

Purnomo (2017) menyatakan bahwa studi kelayakan memiliki beberpa aspek yang menjadi faktor pendorong layaknya semua bisnis, dimana fungsi aspek ini untuk dinilai, diukur dan diteliti. Aspek tersebut, antara lain:

  1. Aspek teknik dan teknologi, aspek teknis menganalisis kesiapan teknis dan ketersediaan teknologi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Analisis aspek teknis dan teknologi menjadi sebuah keharusan untuk menghindari adanya kegagalan bisnis pada masa yang akan datang sebagai akibat adanya masalah teknis. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan aspek teknis dan teknologi ialah penentuan lokasi bisnis, tata letak (layout) bisnia, pemilihan peralatan dan teknologi.
  2. Aspek pasar dan pemasaran, aspek ini memiliki ketergantungan dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Pada setiap ada kegiatan pasar selalu diikuti oleh pemasaran dan setiap kegiatan pemasaran adalah untuk mencari atau menciptakan pasar dan hal ini juga memberikan manfaat untuk memudahkan dalam transaksi. Aspek pasar menganalisis potensi pasar, intensitas persaingan, market share yang dapat dicapai, serta menganalisis strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk mencapai market share yang diharapkan.
  3. Aspek finansial, aspek keuangan menganalisis besarnya biaya investasi dan modal kerja serta tingkat pengembalian investasi dari bisnis yang akan dijalankan. Selain itu, dianalisis juga asal sumber investasi dan pembiayaan bisnis yang dihitung dengan rumusan penilaian investasi seperti Analisis Cash Flow, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate Of Return, Benefit Cost Ratio, Profitability Index, dan Break Event Point.
  4. Aspek hukum, aspek hukum menganalisis pelaku bisnis dalam memenuhi ketentuan hukum dan perizinan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis di wilayah tertentu. Denngan menganalisis aspek hukum, kita dapat menganalisis kelayakan legalitas usaha yang dijalankan, ketepatan bentuk badan hukum dengan ide bisnis yang akan dilaksanakan, dan kemampuan bisnis yang akan diusulkan dalam memenuhi persyaratan perizinan.
  5. Aspek lingkungan, aspek ini menganalisis kesesuaian lingkungan sekitar (baik lingkungan operasional, lingkungan dekat dan lingkungan jauh) dengan ide bisnis yang akan dijalankan. Ide bisnis dinyatakan berdasarkan aspek lingkungan jika kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan ide bisnis yang mampu memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkandampak negatifnya.
  6. Aspek manajemen dan sumber daya manusia, aspek ini menganalisis tahap-tahap pelaksanaan bisnis dan kesiapan tenaga kerja, baik tenaga kerja kasar maupun tenaga kerja terampil yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.

Baca juga : Gembira Loka Daya Tarik Wisata Unggulan Kota Yogyakarta

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di(0812-3299-9470).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *