Fenomena Harga Tiket Pesawat Mengalami Penurunan

Harga Pesawat Menurun – Awal tahun 2023 ternyata diwarnai dengan turunnya harga tiket pesawat. Untuk rute-rute favorit dari Jakarta dan kota – kota besar lainnya. Tercatat untuk pesawat rute Jakarta-Bali, saat ini harganya paling murah mencapai sekitar Rp600 ribuan. Padahal sebelumnya, harga tiket pesawat untuk rute ke Bali, Surabaya, dan Medan termahal sempat menyentuh Rp3 jutaan.

Berikutnya, rute Jakarta-Surabaya harga tiket juga turun dan dijual mulai dari Rp656 ribu sampai yang termahal Rp2,7 juta. Lalu, untuk rute Jakarta-Medan dengan jadwal keberangkatan Sabtu (14/1), harga tiket yang dibanderol adalahi Rp953 ribu sampai Rp3,3 juta.

Harga tiket pesawat memang turun drastis, terutama bila dibandingkan dengan periode akhir tahun 2022 atau libur Natal dan Tahun Baru. Kala itu, tercatat harga tiket rute Jakarta-Bali dipatok seharga RpRp1,48 juta sampai Rp3,13 juta untuk keberangkatan Sabtu (24/12). Harga tiket pesawat yang bergerak turun pada awal tahun telah menjadi siklus tahunan.

Baca juga : Staycation Berkedok Healing

Penurunan permintaan disinyalir menjadi salah satu penyebab harga tiket pesawat turun mulai awal tahun 2023 hingga kuartal II/2023. Pemicu utama adalah dari banyaknya acara yang digelar, terutama terkait Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali dan ASEAN Tourism Forum di Yogyakarta. Kemudian, saat yang bersamaan terjadi peningkatan okupansi hotel hingga 70 persen dan semakin menambah minat perjalanan. Selain itu, keputusan bebas PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dari Presiden Joko Widodo dan momen lebaran menjadi pemicu perjalanan lainnya.

Destinasi wisata tertentu saat bulan Januari relatif sepi sehingga harga promo atau tarif bawah dibuka untuk meningkatkan promosi ke beberapa destinasi. Kebijakan soal tarif bawah dan tarif atas ini iatur oleh Kementerian Perhubungan. Artinya, maskapai penerbangan tidak boleh membuat harga yang lebih rendah dari batas bawah sekaligus tidak boleh lebih tinggi dari tarif batas atas. Namun, detail harga dan penetapan waktu-waktunya merupakan kendali penuh dari maskapai. Terkait biaya avtur melandai bisa berpengaruh ke turunnya harga tiket, kata Pauline, juga sebenarnya tidak terlalu signifikan. Sebab  secara umum saat fuel surcharge (biaya akibat avtur naik) maskapai penerbangan sudah naik, jarang sekali akan diturunkan, meskipun harga avtur turun.

Dari penjelasan sebelumnya, bisa disimpulkan bahwa harga tiket pesawat tidak benar-benar mengalami kenaikan atau penurunan. Hal tersebut lebih tepat jika dikatakan sebagai bagian dari promosi dan strategi harga dari maskapai penerbangan di saat-saat tertentu untuk menarik demand masyarakat.
Oleh sebab itu, jika seseorang sudah memiliki rencana perjalanan yang pasti, sebaiknya bisa segera memesan tiket pesawat dan tidak perlu menundanya. Selain harga yang sebenarnya tidak menentu, menunda pembelian tiket pesawat malah bisa menyebabkan masalah lain, seperti tidak mendapatkan kursi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *