Filosofi Panggung Krapyak Yogyakarta

Filosofi Panggung Krapyak Yogyakarta – Panggung Krapyak merupakan sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Yogyakarta. Panggung Krapyak menyimpan makna filosofis yang mendalam. Lebih dari sekadar bangunan, Panggung Krapyak merupakan gerbang simbolis yang membawa pengunjung pada perjalanan spiritual dan kesadaran diri.

Panggung Krapyak terletak kurang lebih 2 km dari Keraton Yogyakarta. Berbentuk segi empat dengan tinggi kira-kira 10 meter, lebar 13 meter, dan panjang 13 meter. Panggung Krapyak terdiri dari dua lantai yang dahulu dihubungkan dengan tangga kayu. Lantai atas berupa ruang terbuka berpagar. Bangunan ini dahulu digunakan oleh Sultan untuk menyaksikan prajurit atau kerabatnya dalam berburu (ngrapyak) rusa. 

Bangunan ini hingga saat ini masih berdiri dan dilestarikan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini, Panggung Krapyak difamiliarkan kepada masyarakat umum melalui bangunannya yang merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta, sebuah garis imajiner yang menghubungkan Tugu Pal Putih di selatan dengan Keraton Yogyakarta di utara. Panggung Krapyak merupakan titik awal sumbu filosofis sangkan paraning dumadi. Secara simbolis, Panggung Krapyak juga memiliki makna awal kelahiran atau rahim.

Dari sisi konstruksi bangunannya pun memiliki filosofi atau makna tertentu. Panggung Krapyak sendiri diibaratkan sebagai “gerbang” yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia spiritual. Bangunan ini memiliki dua tingkatan lantai. Lantai bawah terbagi ke dalam empat ruangan yang dihubungkan oleh lorong. Lantai atas atau atapnya adalah sebuah tempat terbuka yang dibatasi oleh pagar di keempat sisinya yang digunakan sebagai tempat berburu binatang. Bentuknya yang seperti pendopo terbuka melambangkan keterbukaan dan kesediaan untuk menerima limpahan rahmat Tuhan. Atapnya yang bertingkat tiga melambangkan tiga tingkatan kehidupan manusia: alam dunia, alam nafsu, dan alam rohani.

Panggung Krapyak bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, tetapi juga merupakan warisan budaya yang berharga. Keberadaannya mengingatkan kita tentang nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur kita, seperti kesatuan, keseimbangan, dan harmoni. Memahami filosofi di balik Panggung Krapyak dapat membantu kita untuk lebih memahami budaya Yogyakarta dan makna Sumbu Filosofi. Ini juga dapat menjadi pengingat bagi kita untuk selalu menjaga dan melestarikan warisan budaya yang berharga ini.

Baca juga : Peran Lama Tinggal Wisatawan dalam Meningkatkan Pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *