Insentif Pajak Pariwisata Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata

Insentif Pajak Pariwisata Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata : Belajar dari Bali – Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat vital bagi banyak negara di seluruh dunia. Di samping memberikan pengalaman berharga bagi para pelancong, industri pariwisata juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian suatu daerah, terutama melalui pendapatan yang dihasilkan dari pajak. Salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata adalah dengan menerapkan pajak insentif bagi turis. Pajak insentif ini dapat berupa pembebasan pajak atau penurunan tarif pajak untuk berbagai layanan dan kegiatan yang dinikmati oleh wisatawan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pajak insentif bagi turis.

Program insentif pajak pariwisata yang di laksanakan di Provinsi Bali diwujudkan guna untuk meningkatkan pendapatan daerah dari pajak turis asing di Bali. Sebelunya, data dari Dinas Pariwisata Bali telah mencatat bahawa hanya sekitar 40% turis asing di Bali membayar pungutan sebesar Rp 150 ribu atau sekitar 10 USD. Rendahnya pungutan terhadap sosialisasi dari pungutan turis ini disebabkan belum tersosialisasikannya kebijakan tersebut secara masif. Kebijakan ini diatur melalui Undang-undang No. 15 Tahun 2024 tentang retribusi bagi wisata asig yang kemudian diberlakukan mulai dari 14 Februaru 2024.

Tujuan utama dari dilakukannya retribusi wisata Bali ini adalah untuk melestarikan warisan dan budaya seperti tradisi, seni adat istiadat, dan kearifan lokal di Bali. Kemudian, sebagai bentuk kontribusi dari wisatawan dalam melestarikan lingkungan serta kebudayaan yang ada di Bali, sehingga dampaknya adalah keindahan destinasi Bali yang indah. Selanjutnya yaitu kelestarian alam bali dan peningkatan kualitas pelayanan serta manajemen pariwisata, sehingga hal ini akan meingkatkan kenyamanan dalam menjelajahi pariwisata di Bali.
Baca juga : Wacana Iuran Pariwisata dibebankan dari Tiket Pesawat

Insentif Pajak Pariwisata Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata – Proses pengejawantahan dari pungutan bagi turis di Bali ini dilakukan dengan melakukan pembayaran cukup dengan satu kali oleh turis yang berkunjung selama di Bali. Transaksi yang dilakukan dapat dilakukan secara cashless ataupun secara non-tunai melaui sistem pembayaran Love Bali, semua turis yang datang melaui counter BRI yang terdekat di kedatangan bandara maupun di pelabuhan. Metode pembayaran dilakukan dengan menggunakan kredit card/debit card atau Electronic Data Capture (EDC).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *