Jalan Menuju Pengelolaan Desa Wisata yang Berdaya Saing

Jalan Menuju Pengelolaan Desa Wisata yang Berdaya Saing – Pada tahun 2021, Kemenparekraf memprioritaskan pengembangan desa wisata sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat sekaligus menyokong daya tarik wisata unggulan. Kemenparekraf juga melakukan restrategi kepariwisataan, yaitu pariwisata berdasar kuantitas menuju pariwisata berkualitas. Pariwisata berkualitas adalah konsep pariwisata yang memberikan pengalaman berbeda, unik, dan tidak ada di tempat asalnya. Pengalaman otentik yang disajikan kepada wisatawan yaitu desa wisata.

Desa wisata berperan penting dalam banyak aspek, seperti memicu potensi tumbuhnya ekonomi kreatif di lingkungan setempat dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Desa wisata menjadi salah satu representasi dari pembangunan pariwisata yang berbasis masyarakat. Menurut data Jadesta, saat ini Indonesia memiliki 4.773 desa wisata. Desa wisata ini terbagi ke dalam empat tingkatan, yaitu Desa Wisata Rintisan, Desa Wisata Berkembang, Desa Wisata Maju, dan Desa Wisata Mandiri. Kemenparekraf telah mencanangkan target 244 Desa Wisata dan 71.381 Desa Digital di tahun 2024. Dari jumlah tersebut, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi desa wisata yang berdaya saing.

Untuk mewujudkan desa wisata yang berdaya siang maka desa wisata yang dikembangkan harus memiliki konsep daya tarik wisata dan produk unggulan yang ditawarkan (Susilo & Chasana, 2022). Kearifan lokal yang terdapat di desa dapat dijadikan sebagai produk unggulan untuk membuat desa menjadi maju, terciptanya lapangan kerja baru, dan meningkatkan perekonomian desa.

Menurut Taqiuddin & Yakub (2021), pengembangan desa wisata tidak lepas dari tiga ciri utama, yaitu lingkup pengembangan pada luasan administratif, melibatkan unsur pemerintahan desa dan masyarakat sebagai pemilik dan pengelola desa wisata, serta berbasis pada potensi, lanskap alam, dan kebudayaan setempat. Untuk mencapai keberhasilan dalam membangun desa wisata, diperlukan perencanaan yang matang, pengelolaan berkelanjutan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

  1. Pemetaan Potensi Desa

Langkah awal dalam pembangunan desa wisata adalah melakukan pemetaan potensi desa secara menyeluruh. Identifikasi semua sumber daya alam, budaya, sejarah, dan elemen unik lainnya yang dimiliki oleh desa tersebut.

  1. Pelibatan Masyarakat dan Pihak Terkait

Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata dapat menciptakan adanya rasa kepemilikan dan tanggung jawab individu terhadap pengembangan desanya. Keterlibatan masyarakat dan pihak lain dalam pengembangan desa wisata dapat berupa diskusi dan konsultasi dengan pakar, pendekatan partisipatif dalam merencanakan dan mengambil keputusan, kemitraan dengan lembaga pemerintah, sektor swasta, LSM, dan akademisi, serta sosialisasi kepada masyarakat.

  1. Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur

Perencanaan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam membangun desa wisata. Jika potensi desa wisata telah diidentifikasi, maka perlu dilakukan pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter desa wisata. Infrastruktur yang perlu untuk dipersiapkan adalah fasilitas pendukung pariwisata, akomodasi atau tempat tinggal, pengelolaan lingkungan, serta jaringan aksesibilitas dan konektivitas.

  1. Pengembangan Daya Tarik Wisata

Desa wisata harus menawarkan produk dan pengalaman wisata yang unik. Strategi daya tarik wisata yang dapat dikembangkan diantaranya agrowisata, wisata kuliner, kerajinan, wisata sejarah dan budaya, dan wisata edukasi.

  1. Pemasaran dan Promosi Desa Wisata

Pemasaran dan promosi desa wisata saat ini dapat dilakukan dalam bentuk promosi digital, kemitraan dengan agen perjalanan, tour guide, dan platform lain, serta mengadakan event khusus seperti festival budaya, kompetisi olahraga, pemaran seni, dan sebagainya yang dapat mengundang pengunjung.

Baca juga : WISATA ELIT BUANG SAMPAH SULIT

Dalam era globalisasi ini, isu-isu pariwisata menjadi topik yang semakin relevan dan memerlukan perhatian mendalam. Kami PT Kirana Adhirajasa Indonesia, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan, kami memahami bahwa industri pariwisata tidak hanya mencakup aspek hiburan semata, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi, budaya, dan lingkungan. Untuk penyusunan penelitian, hubungi +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *