Jejak Keindahan Desa Wisata Negeri Hila

Jejak Keindahan Desa Wisata Negeri Hila – Desa Wisata Negeri Hila terletak di Pantai Utara Pulau Ambon, tepatnya di Negeri Hila, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dan berjarak sekitar 37 km dari pusat Kota Ambon. Negeri Hila didominasi oleh dataran rendah dan sedikit berbukit di bagian selatan berbatasan dengan Negeri Hative Besar. Negeri Hila memiliki tiga dusun yaitu Dusun Tahoku, Dusun Waitomu, dan Dusun Mamua dengan jumlah penduduk sebanyak 6.850 jiwa pada tahun 2022. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani atau pekebun. 

Negeri Hila menajdi salah satu daya tarik wisata yang diminati karena memiliki potensi budaya, bahari, sejarah, pemandangan alam dan buatan, kuliner, hingga kerajinan tangan. Desa Wisata ini dapat dijangkau dengan pesawat menuju Bandara Internasional Pattimura Ambon kemudian dilanjutkan dengan taksi atau grab taxi selama 60 menit dan dapat juga dengan bus umum atau angkotan kota dalam provinsi (AKDP) trayek Hila-Ambon dari terminal bus selama 60 menit. 

Menyelami Keajaiban Bawah Laut

Bagi pecinta dunia bawah air, Negeri Hila menyimpan terumbu karang yang masih alami dengan warna-warni yang memukau, ikan-ikan eksotis yang berkeliaran dengan bebas, dan biota laut lainnya yang unik. Spot-spot diving seperti karang bolong, pintu air, dan tanjung botol, bisa membuat wisatawan takjub dengan keajaiban alam yang tersimpan di kedalaman laut Negeri Hila.

Baca juga : Karimun Jawa Jepara

Menikmati Keheningan Alam 

Jauh dari polusi dan hiruk pikuk kota, Negeri Hila menawarkan kesejukan dan ketenangan yang tiada duanya. Di sini adalah tempat paling tepat untuk bersantai di bawah rimbunnya pepohonan, mendengarkan alunan ombak yang menghantam pantai, dan menikmati langit malam yang dipenuhi bintang-bintang. 

Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya 

Di Negeri Hila terdapat beberapa peninggalan sejarah Maluku, seperti Benteng Amsterdam, Gereja Tua Imanuel Hila, dan Mushaf Al-Quran yang ditulis tangan hampir 1000 tahun lalu. Selain itu, Di Desa Rohua, juga bisa menyaksikan langsung proses pembuatan perahu kora-kora tradisional yang merupakan simbol peradaban pelaut Maluku yang tangguh. Di Desa Latu, terdapat rumah-rumah adat dengan atap jerami dan ukiran kayu yang rumit, berdiri kokoh sebagai warisan leluhur yang masih terjaga. Tentunya, tak lupa berinteraksi dengan masyarakat Hila yang ramah dan bersahabat, yang akan dengan senang hati berbagi cerita dan kearifan lokal mereka.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungu admin kami di(0812-3299-9470).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *