Kajian Business Plan Estate Cikole

bisnis plan

Secara global industri pariwisata telah menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar dan merupakan sektor jasa dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di dunia saat ini. Selain itu, pariwisata menjadi sektor yang tumbuh secara massif. Tren perkembangan pariwisata dunia saat ini menjadikan pariwisata sebagai kebutuhan psikologi dan gaya hidup (lifestyle). Berbagai organisasi internasional seperti PBB, Bank dunia, dan World Tourism Organization (WTO) telah mengakui bahwa pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi. Prospek business plan pariwisata dunia ke depan begitu menjanjikan dalam pendapatan perekonomian negara.

Dalam upaya meningkatkan pengembangan sektor pariwisata alam yang dikelola Perutani KPH Bandung Utara, secara resmi mulai tanggal 1 Februari 2023, lima daya tarik wisata yang sebelumnya dikelola Perhutani diambil alih pengelolaannya oleh PT Perhutani Alam Wisata (Palawi Risorsis) yang merupakan anak perusahaan Perum Perhutani dengan membidangi urusan pengelolaan wisata sejak tahun 2002. Lima daya tarik wisata yang dialihkan pengelolaannya terdapat tiga diantaranya berlokasi di Kawasan cluster Cikole, yaitu Wisata Grafika Cikole, Orchid Forest, dan Lintas Hutan Indah. Diluar cluster Cikole, yaitu Curug Pelangi dan Puncak Bintang.

Saat ini, kondisi pengelolaan secara umum masih dirasa kurang memiliki power dalam penegakan regulasi dan pengaturan kemitraan. Banyak operasional yang masih melanggar kesepakatan yang tidak mampu dikontrol dengan perjanjian kerja maupun kesepakatan hukum. Oleh karena itu, kondisi ini membuatĀ  PT. Palawi memerlukan dukungan dan hubungan baik dengan instansi-instansi terkait yang mampu memberikan support pada keputusan bisnis dan keputusan hukum, seperti pada Perhutani, Kementerian Kehutanan, maupun Pemerintah Daerah setempat. Dikawasan cluster Cikole saat ini didominasi oleh salah satu mitra, yaitu Orchid Forest yang memberikan kontribusi terbesar sekitar 90% terhadap kunjungan total di Kawasan Cikole dan menjadi point of interest terhadap operasional pengelolaan Kawasan Cikole kedepannya. Selain itu juga, keberadaan Lembang dan Kawasan Cikole sudah mulai memasuki maturity (pendewasaan) bersamaan dengan berkembangnya berbagai Kawasan wisata lain di Jawa Barat dan Jabodetabek. Di samping itu perkembangan daya tarik wisata baru di Kawasan Lembang sangat pesat dan melebar mulai dari Cimahi sampai ke area Bandung Timur. Kondisi ini mengharuskan Cikole melakukan perubahan yang signifikan dan disesuaikan dengan core competence yang dimiliki.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel kajian business plan ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di 081232999470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *