KAJIAN LAMA TINGGAL WISATAWAN JAWA TENGAH TAHUN 2018

Pariwisata menjadi salah satu potensi besar bagi pengembangan daerah khususnya bagi Jawa Tengah, baik dari sektor wisata alam maupun wisata budaya. Ada dampak ekonomi yang dirasakan melalui sektor pariwisata ini, antara lain daerah memiliki potensi untuk meningkatkan sumber pendapatan daerah, penyediaan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga pariwisata menjadi salah satu indikator ekonomi suatu wilayah. Selain jumlah kunjungan, faktor lama tinggal juga merupakan indikator pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.

Kunjungan wisata, terutama yang lebih lama, membawa pendapatan pariwisata yang lebih tinggi. Metode yang biasa untuk menemukan rata-rata lama menginap turis adalah (1) untuk memperbanyak jumlah wisatawan dalam sampel untuk setiap interval waktu selama kunjungan mereka, (2) untuk menjumlahkan angka dan (3) membagi hasil jumlah dengan jumlah pengunjung dalam sampel.

Secara khusus, kewarganegaraan, pendidikan, pendapatan, pengalaman, keakraban, dan belanja harian merupakan faktor penentu utama dari lama menginap wisatawan. Lama menginap merupakan penentu penting dari keseluruhan pengeluaran dan konsumsi masyarakat terhadap sumber daya lokal karena jumlah kemungkinan pengalaman yang dapat dilakukan oleh wisatawan bergantung pada lama menginap mereka. Lama menginap dan analisis efektifnya bisa menjadi indikator profil wisatawan yang mengunjungi satu tujuan dan kecenderungan mereka untuk menghabiskan saat berlibur. Masa tinggal wisatawan dan faktor terkait juga dapat ditentukan oleh karakteristik pribadi wisatawan berbiaya rendah, dan signifikansi perjalanan dan tinggal. Usia dan pendapatan terbukti mempengaruhi lama tinggal secara signifikan. Dua alasan untuk lama tinggal menarik minat penelitian. Pertama, lamanya kondisi tinggal dampak sosial ekonomi keseluruhan pariwisata dalam ekonomi tertentu. Kedua, pemodelan lama tinggal penting untuk analisis keberlanjutan pariwisata. Poin yang dikutip ini bisa menjelaskan mengapa pariwisata telah menjadi isu kebijakan utama. Lama menginap berlaku untuk berbagai bidang seperti dalam studi yang meneliti dampak dari lamanya masa inap dan kemampuan bahasa terhadap akses dan pemanfaatan perawatan primer dan pencegahan di kalangan imigran.

Perhitungan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Jawa Tengah didasarkan pada jumlah wisatawan yang menginap di hotel dan jumlah kunjungan wisatawan pada beberapa objek wisata unggulan yang diolah dengan formula (rumus) tertentu. Hasil analisis menunjukan bahwa wisatawan yang bekunjung ke Jawa Tengah terdiri dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Lama tinggal wisatawan nusantara rata-rata 1,63 hari sedangkan lama tinggal wisatawan mancanegara rata-rata 3,72 hari. Faktor yang mempengaruhi lama tinggal wisatawan nusantara dan mancanegara ke Jawa Tengah adalah daya tarik wisata yang di kunjungi.

PT Kirana Adhirajasa Indonesia, selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dan semua pihak, atas kepercayaan dan kerjasamanya sehingga terselesaikannya kajian pariwisata terkait Kajian Lama Tinggal Wisatawan Jawa Tengah Tahun 2018. Kami berharap semoga kajian ini dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan domestik dan mancanegara di Provinsi Jawa Tengah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *