Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS): Membangun Masa Depan Berkelanjutan –Di era pembangunan yang kian pesat, penting untuk kita memastikan kemajuan tersebut berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan hidup. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) hadir sebagai instrumen krusial untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Artikel ini akan membahas KLHS secara mendalam, termasuk fungsinya, pentingnya dalam pengambilan kebijakan, dan proses penyusunannya.

 

Apa itu KLHS?

KLHS adalah studi yang menilai dampak potensial kebijakan, rencana, dan program terhadap lingkungan hidup. Dasar hukumnya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. KLHS berperan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak negatif pembangunan dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.

 

Mengapa KLHS Penting?

KLHS berperan vital dalam pembangunan berkelanjutan dengan beberapa alasan:

  • Mencegah kerusakan lingkungan: Dengan mengidentifikasi risiko lingkungan sejak tahap awal perencanaan, KLHS dapat mencegah terjadinya kerusakan ekosistem, pencemaran, dan dampak negatif lainnya.
  • Pengambilan keputusan yang tepat: KLHS menyediakan informasi berharga bagi para pembuat kebijakan. Informasi ini memungkinkan mereka untuk memilih opsi pembangunan yang paling ramah lingkungan.
  • Mewujudkan pembangunan berkelanjutan: KLHS memastikan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi saat ini, namun juga memperhatikan kelestarian lingkungan hidup untuk generasi mendatang.

 

Kapan KLHS Wajib Dilakukan?

KLHS wajib dilaksanakan dalam proses penyusunan dan evaluasi berbagai dokumen perencanaan, seperti:

  • Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (RPJMD dan RPJP)
  • Kebijakan dan program pemerintah yang berpotensi berdampak pada lingkungan

 

Bagaimana Proses Penyusunan KLHS?

KLHS disusun melalui tahapan-tapan berikut:

  1. Penjaminan Mutu: Penetapan tim penyusun KLHS yang kompeten dan independen.
  2. Pengumpulan Data: Studi mengenai kondisi lingkungan hidup di wilayah yang menjadi fokus kebijakan atau rencana.
  3. Peramalan Dampak: Identifikasi potensi dampak lingkungan dari kebijakan atau rencana yang akan dibuat.
  4. Evaluasi Dampak: Penilaian tingkat keparahan dampak lingkungan yang diramalkan.
  5. Rekomendasi: Usulan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak negatif dan langkah pemantauan untuk memastikan efektivitas kebijakan atau rencana terhadap lingkungan.
  6. Penetapan KLHS: Pengesahan KLHS oleh instansi berwenang.

Baca juga : Meningkatkan Pariwisata Melalui Pendampingan Produk Halal

KLHS merupakan instrumen penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan menerapkan KLHS, kita dapat memastikan bahwa setiap kebijakan dan rencana pembangunan yang dibuat tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi sesaat, namun juga memperhatikan kelestarian lingkungan hidup untuk generasi mendatang.
Demikian artikel ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *