Kawasan Ekowisata Tangkahan Sumatera Utara

Kawasan Ekowisata Tangkahan Sumatera Utara – Terletak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kawasan Ekowisata Tangkahan menawarkan pengalaman wisata alam yang unik dan tak terlupakan. Dikelilingi oleh panorama hutan hujan tropis yang lebat dan sungai yang jernih, Tangkahan menjadi surga bagi para pecinta alam dan petualangan. Kawasan Tangkahan ini ditetapkan menjadi Kawasan Ekowisata oleh Organisasi Ekowisata pertama di dunia, TIES (The International Ecoutourism Society). Ekowisata atau ecotourism merupakan destinasi wisata alami dalam rangka mengkonservasi atau menyelamatkan lingkungan dan memberikan penghidupan penduduk lokal. 

Kawasan Ekowisata Tangkahan berada pada sejengkal kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Kawasan Ekowisata Tangkahan mulai dibuka pada tahun 2001 dan diresmikan pada Februari 2004. Kawasan ekowisata ini merupakan contoh nyata partisipasi masyarakat lokal dalam memberikan kotribusi upaya pelestarian lingkungan, yaitu melalui pengembangan ekowisata seluas 17.000 hektar dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (Yusnikusumah & Sulystiawati, 2016). 

Dilansir dari forestation.fkt.ugm, dahulu masyarakat lokal gemar melakukan penebangan kayu, namun setelah ditetapkannya kawasan ini menjadi ekowisata, masyarakat mulai merubah pola perilakunya menjadi penjaga hutan. Bahkan, masyarakat lokal berkumpul untuk membuat peraturan desa mengenai pelarangan eksploitasi hasil hutan secara ilegal. Lembaga pengelola ini dinamakan Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT). Anggota LPT berasal dari masyarakat Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang. Sampai saat ini, LPT telah bekerja sama dengan organisasi lain seperti Indoesian Ecotourism Network (INDECON), Conservation Response Unit (CPU), Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (VESSWIC), Yayasan Simpul Indonesia, dan The Johaniter (Yusnikusumah & Sulystiawati, 2016).

Baca juga : Meuseukat Makanan Tradisional Aceh Mirip Dodol

Kawasan Ekowisata Tangkahan tidak hanya mendatangkan wisatawan nusantara, namun juga wisatawan mancanegara. Terdapat sejumlah aktivitas wisata yang bisa dilakukan di ekowisata ini, seperti jelajah sungai, trekking, trekking menggunakan gajah, memandikan gajah, menjelajah gua, camping, dan berenang. Fasilitas pendukung wisata yang ada cukup lengkap, yaitu terdapat 11 penginapan dimana 10 diantaranya adalah penginapan milik masyarakat lokal. Fasilitas lainnya terdapat visitor centre, papan interpretasi, jalan trail, dan warung makan lokal. Kawasan Ekowisata Tangkahan dapat diakses melalui jalan tol Medan-Binjai dengan waktu tempuh rata-raat dari pusat Kota Medan sekitar 3 hingga 4 jam. 

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470..

Sumber: 

https://forestation.fkt.ugm.ac.id/2022/05/15/mengenal-ecotourism-tangkahan-di-taman-nasional-gunung-leuser/

Yusnikusumah, T. R., & Sulystiawati, E. (2016). Evaluasi Pengelolaan Ekowisata di Kawasan Ekowisata Tangkahan Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara. Jurnal perencanaan wilayah dan kota27(3), 173-189.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *