mostbet az casinolackyjetmostbet casinopin up azerbaycanpin up casino game

Komplek Belakang Keraton terdiri dari Alun-Alun Kidul dan Plengkung Nirbaya

  1. Alun-alun Kidul

Foto 1. Alun-Alun Kidul (Selatan)

Sumber: https://gudeg.net/direktori/1528/alun-alun-selatan-yogyakarta.html

 

 

Di masa Kerajaan Mataram, Alun-alun Kidul untuk menyiapkan suatu kondisi yang menunjang kelancaran hubungan antara keraton dengan dunia luar. Alun-alun Kidul juga melambangkan kesatuan kekuasaan yang sakral antara raja dan para bangsawan yang disekitar alun-alun. Alun-alun Kidul ini merupakan bagian belakang Kraton Yogyakarta, kemudian dibuat suasana bagian belakang kraton menjadi seperti bagian depan. Kraton Yogyakarta, dan laut Selatan Pulau Jawa jika ditarik dalam satu garis imajiner akan membentuk satu garis lurus, maka dibangunlah Alun-alun Kidul. Pada bagian tengah alun-alun terdapat dua pohon beringin yang usianya cukup tua. Alun-alun Kidul saat ini menjadi sebuah ruang publik bagi masyarakat berbagai macam kegiatan dapat dijumpai disana, berbagai penjual makanan, wisata bersepeda, becak, yang dimodifikasi dengan hiasan lampu yang disewakan oleh pemilik sewa sepeda.

Foto 2. Plengkung Gading (Plengkung Nirbaya)Alun-Alun Kidul (Selatan)

Sumber: https://visitingjogja.com/31138?mengenal-plengkung-gading-bangunan-bersejarah-di-yogyakarta

 

  1. Plengkung Gadhing (Nirbaya)

Plengkung Gading (Nirbaya) merupakan bangunan peninggalan sejarah yang memiliki bentuk seperti pintu gerbang yang melengkung. Plengkung berarti melengkung, sedangkan gading berasal dari warna pintu tersebut yang memiliki warna putih atau gading. Jadi artinya bangunan ini disebut dengan gerbang yang melengkung berwarna putih. Bangunan ini termasuk gapura yang digunakan sebagai pintu masuk menuju jeron benteng Kraton Yogyakarta. Plengkung ini  juga disebut Nirbaya yang memiliki arti bebas dari bahaya duniawi dan diartikan sebagai sebagai sifat yang sederhana. Di kawasan Plengkung Gading juga terdapat menara sirine yang digunakan hanya dua kali, yaitu digunakaan tanggal 17 Agustus untuk mengingat detik-detik Proklamasi dan digunakan pada saat bulan Ramadhan menjelang berbuka puasa.

 

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.