Konsep Neraca Satelit Pariwisata Daerah (Nesparda)

Neraca Satelit Pariwisata Daerah (Nesparda) merupakan seperangkat neraca yang berisikan data tentang peran kegiatan pariwisata dalam tatanan ekonomi daerah. Disebut sistem karena terdiri dari berbagai elemen neraca, dimana satu dengan lainnya saling berkaitan dan saling mempengaruhi, yang digambarkan melalui keterkaitan berbagai jenis transaksinya.

Secara spesifik Nesparda berisikan data tentang perilaku pariwisata dalam melakukan transaksi ekonomi dengan berbagai institusi ataupun pelaku-pelaku ekonomi domestik dalam bentuk neraca dan matriks. Dengan demikian maka perangkat Nesparda yang akan disajikan dalam kajian disini hanya berisikan informasi tentang hubungan antara kegiatan pariwisata dengan kegiatan proses produksi barang dan jasa, dalam wilayah ekonomi Jawa Tengah. Hubungan tersebut merupakan interaksi antara pelaku pariwisata dengan produsen pariwisata, maupun antar produsen pariwisata itu sendiri.

Selanjutnya, Nesparda menggambarkan semua kegiatan dan transaksi ekonomi yang berhubungan dengan barang-barang dan jasa pariwisata, baik dalam sisi produksi (supply) dan sisi permintaan (demand). Dari sisi produksi, produsen pariwisata meliputi hotel, restoran, transportasi, biro perjalanan, rekreasi dan hiburan, daya tarik pariwisata, serta kegiatan penunjang seperti persewaan, money changer, industri kerajinan, pusat pertokoan dan sebagainya. Wisatawan itu terdiri dari wisatawan lokal atau warga Jawa Tengah yang berwisata di dalam wilayah Jawa Tengah (local tourists), warga Jawa Tengah yang berwisata keluar Jawa Tengah namun masih di dalam wilayah nusantara (domestic outbound tourists), warga Jawa Tengah yang berwisata keluar negeri (international outbound tourists), warga luar Jawa Tengah, namun masih warga Indonesia, yang berwisata di dalam wilayah Jawa Tengah (domestic inbound tourists), dan wisatawan mancanegara yang berwisata di dalam wilayah Jawa Tengah (international inbound tourists).

Struktur neraca yang akan disajikan dalam Nesparda disini adalah keterkaitan “demand” pariwisata terhadap “supply” pariwisata yang diturunkan dari neraca produksi, tabel Produk Regional Domestik Bruto (PDRB) serta tabel Input-Output. Dari neraca produksi dapat dilihat struktur neraca kegiatan ekonomi khusus yang layanan/produknya memang sebagian besar ditujukan bagi permintaan wisatawan, baik dalam negeri (wisnus), termasuk wisatawan lokal Jawa Barat, maupun luar negeri (wisman). Hubungan tersebut menggambarkan transaksi langsung yang terjadi antara “supply” dengan “demand”.

PT. Kirana Adhirajasa Indonesia, selaku konsultan pariwisata mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kota Surakarta dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA) Jawa Tengah yang bertujuan untuk menganalisis tentang dampak pariwisata terhadap aspek perekonomian daerah di Provinsi Jawa Tengah dan melihat peranan kegiatan pariwisata terhadap ekonomi nasional yang nantinya dapat dijadikan acuan untuk mengeluarkan kebijakan yang tepat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *