Konsep Wisata Industri di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang

Cikarang, sebagai ibukota Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri yang dipenuhi        berbagai ragam dan jenis perusahaan, sehingga menjadi magnitbagi masyarakat untukuntuk mencari pekerjaan maupun berinvestasi. Sebagai kawasan industri, sebagian orang memiliki persepsi adalah banyak pabrik, polusi udara, dan panas. Persepsi tersebut tidak salah tetapi image tersebut akan berkurang setelah melihat langsung kondisi dikota Cikarang. Dimana    sebagian daerah Cikarang memiliki potensi untuk dijadikan kunjungan wisatawan. Cikarang   masih menyimpan beberapa objek wisata baik wisata kuliner, alam dan serta dukungan hotel yang layak dikunjungi. Dunia   industri   menghendaki adanya kemudahan dalam perizinan serta ikut mempromosikan keberadaan wisata industri oleh pemerintah.

Dunia industri juga menginginkan perbaikan inftrastruktur khususnya jalan raya yang   bebas dari kemacetan, sehingga diharapkan para wisatawan tidak terlalu lama menunju tempat wisata industri. Untuk mewujudkan link and match, dunia industri akan menjadikan wisata industri menjadi wisata edukasi bagi pelajar maupun mahasiswa serta usia produktif lainnya.  Disisi lain keberadaan pemerintah menjadi hal yang penting   untuk   memberikan   kemudahan dalam proses pembentukan wisata industri. Pemerintah berharap akan terjadi multiplayer   effect dalam perekonomian yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mengurangi tingkat pengganguran.

Wisatawan juga dapat diajak berkeliling kelokasi pabrik atau melalui simulasi. Bila memungkinkan wisatawan juga dapat diajak untuk ikut merakit atau bersentuhan langsung dengan proses produksi. Perusahaa juga dapat melakukan penawaran atau penjulan produk kepada wisatawan. Konsep pada akhirnya diakhiri dengan kerjasama bilamana wisatawan atau pengunjung memenuhi kriteria untuk diajang berkerja diperusahaan. Model   wisatawan   industri   harus dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kesediaan perusahaan untuk dijadikan obyek kunjungan wisata. Model wisatawan industri harus memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah maupun wisatawan.Rekomendasi penelitian selanjutnya, dapat mengembangkan  wisata  industri  berbasis syariah Wisata  industri  akan  lebih  baik mengedepankan edukasi produk / jasa yang dihasilkan  perusahaan  dengan  tetap  ada unsur  bisnis.Pemerintah  daerah  hendak ikut    mendukung dengan memberikan kemudahan-kemudahan baik dari sisi perizinan, infrastruktur dan lain lain.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *