Konsep Wisata Minat Khusus dan Wisata Religi

Wisata minat khusus merupakan jenis wisata yang dilakukan atas dasar minat atau mempunyai motivasi khusus dalam berpariwisata, dilakukan pada objek daya tarik wisata atau lokasi yang memiliki atribut fisik tertentu dengan menekankan pada unsur tantangan, rekreatif dan pencapaian atas keinginan seorang wisatawan melalui keterlibatan/interaksi dengan unsur-unsur alam, diperuntukan bagi wisatawan yang memiliki kecenderungan minat, tujuan dan motivasi khusus dalam berwisata dan atau guna pemenuhan atas kebutuhan sensasi dan minat terdalam wisatawan dalam aktivitas berpariwisata.

Wisata minat khusus seringkali disebut juga sebagai perjalanan aktif yang dapat memberikan pengkayaan pengalaman, pengetahuan dan sensasi petualangan yang fokus pada aspek alam, sosial dan budaya. Menurut Fandeli (2002) wisata minat khusus merupakan bentuk kegiatan dengan wisatawan individu, kelompok atau rombongan kecil yang bertujuan untuk belajar dan berupaya mendapatkan pengalaman tentang suatu hal di daerah yang dikunjungi.  Sementara menurut Ismayanti (2010) merupakan pariwisata yang menawarkan kegiatan yang tidak biasa dilakukan dalam aktivitas wisata pada umumnya atau wisata yang membutuhkan keahlian khusus atau ketertarikan khusus untuk melakukannya, dan setiap orang mempunyai keahlian masing-masing. Menurut Read Hall & Weiler (1992) …is travel for people who are going somewhere because they have a particular interest that can be pursued in a particular region or at a particular destination.

Salah satu bentuk wisata minat khusus adalah wisata religi. Wisata religi merupakan kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, kepuasan serta pengetahuan. Wisata religi banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat-tempat suci, ke makam-makam orang besar, bersejarah, pemimpin yang diagungkan, atau tokoh. (Pendit N. S., 2002). Kehadiran ke objek wisata religi bukan hanya didorong oleh motif sejarah, melainkan juga karena ada tradisi untuk mengunjungi makam keluarga atau tokoh yang dianggap berperan penting dalam sejarah hidupnya, masyarakat, dan bangsa.

Imandaneifar (2014) menyebutkan bahwa wisata religi adalah salah satu jenis pariwisata tertua yang berkembang di seluruh dunia yang berakar pada kepercayaan agama dengan bentuk kegiatannya yakni mengunjungi tempat-tempat suci, tempat atau pemujaan keagamaan sebagai tujuan untuk pengalaman keagamaan. Salah satu bentuk wisata religi yang dilakukan masyarakat yakni dengan berziarah atau mengunjungi makam keramat sebagai kekhasannya, kemudian melakukan dzikir, sholawat, membaca Al-Qur’an, berdo’a, dan menabur bunga sebagai wujud mendekatkan diri kepada Allah Swt. (Rizki & Sucahya, 2018).

Finneyetal (2009) dalam Haq (2014) menyatakan bahwa pada dasarnya ziarah adalah subset dari wisata religi. Dalam konteks menziarahi makam keramat atau tempat-tempat suci, biasanya pengunjung atau wisatawan akan memohon dirinya dimuliakan Allah. Selain itu, tujuan lain melakukan ziarah diantaranya untuk memperoleh pengetahuan agama, pemantapan rohani, lebih mensyukuri kebesaran Tuhan, dan berdo’a agar sang arwah diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa (Rizki & Sucahya, 2018).

Untuk menjadikan Astana Oetara sebagai salah satu potensi destinasi wisata religi (minat khusus) maka diperlukan sebuah kajian guna mengkaji kemungkinan Makam Astana Oetara sebagai destinasi untuk meningkatkan daya tarik wisatawan mengunjungi Kota Surakarta. PT. Kirana Adhirajasa Indonesia, selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pariwisata Kota Surakarta dan pihak yang telah membantu dalam penyusunan kajian pariwisata ini. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam perencanaan dan pengembangan daya tarik wisata Kota Surakarta.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *