Koperasi Dan UMKM Kalurahan Giripurwo

Koperasi Dan UMKM Kalurahan Giripurwo – Kalurahan Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul tidak tercatat memiliki koperasi unit desa, namun desa memiliki Badan Usaha Miliki Desa (Bumdes) yang mengelola dana sebesar Rp.2.900.000,00. Data tersebut bersumber dari Buku Monografi Kalurahan Giripurwo Semester II Tahun 2021. 

Namun sebaliknya Kalurahan Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang beragam dan tersebar di 10 Padukuhan atau Rukun Warga (RW). Kesepuluh padukuhan tersebut adalah Widoro, Klampok, Gumbeng, Sumur, Gubar, Karangnongko, Temon, Tlogowarak, Kacangan dan Jlumbang. Berikut tabel nama padukuhan, luasan wilyah, jumlah Rukun Tetangga (RT), dan Rukun Warga (RW). 

Padukuhan pertama adalah Padukuhan Widoro memiliki luas wilayah 351,047 hektar yang merupakan 12,89 persen dari total wilayah Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 15 RT. Padukuhan kedua adalah Padukuhan Klampok memiliki luas wilayah 349,142 hektar yang merupakan 12,80 persen dari total luas wilayah Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga yang lebih dari pada Padukuhan Widoro sebanyak 16 RT. 

Padukuhan ketiga adalah Padukuhan Gumbeng memiliki luas wilayah 177,329 hektar yang merupakan 6,5 persen dari total luas wilayah Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 8 RT. Padukuhan keempat adalah Padukuhan Sumur memiliki luas wilayah 356,322 hektar yang merupakan 13,07 persen dari total luas wilayah  Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 12 RT. Padukuhan kelima adalah Padukuhan Gubar memiliki luas wilayah 245,367 hektar yang merupakan 9,0 persen dari total luas wilayah  Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 10 RT. 

Padukuhan keenam adalah Padukuhan Karangnongko memiliki luas wilayah 304,262 hektar yang merupakan 11,16 persen dari total luas wilayah  Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 8 RT. Padukuhan ketujuh adalah Padukuhan Temon memiliki luas wilayah 225,402 hektar yang merupakan 8,28 persen dari total luas wilayah  Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 8 RT. Padukuhan kedelapan adalah Padukuhan Tlogowarak memiliki luas wilayah 249,301 hektar yang merupakan 9,15 persen dari total luas wilayah  Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 12 RT. 

Padukuhan kesembilan adalah Padukuhan Kacangan memiliki luas wilayah 204,253 hektar yang merupakan 7,5 persen dari total luas wilayah Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 8 RT. Padukuhan terakhir adalah Padukuhan Jlumbang memiliki luas wilayah 263,015 hektar yang merupakan 9,64 persen dari total luas wilayah Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah Rukun Tetangga sebanyak 6 RT.

 

Tabel 4. 15 Jumlah Pedukuhan Kelurahan Giripurwo

No Nama Padukuhan Luas Jumlah RT Jumlah RW
(Ha) (Persentase%)
1 Widoro 351.0470 12,89 15 1
2 Klampok 349.1415 12,80 16 1
3 Gumbeng 177.3290 6,50 8 1
4 Sumur 356.3220 13,07 12 1
5 Gubar  245.3670 9,00 10 1
6 Temon 225.4020 8,28 8 1
7 Tlogowarak 249.3010 9,15 8 1
8 Kacangan 204.5236 7,50 7 1
9 Jlumbang 263.0145 9,64 8 1
10 Karangnongko 304.2625 11,16 6 1
Jumlah 2725.7000 100 98 10

Sumber: Profil Kelurahan Giripurwo

Jumlah total Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM) yang terdapat di Kalurahan Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul  memiliki  537 pelaku usaha dan UMKM sebagai  unit usaha yang terdaftar berbagai ragam jenis usaha yang berjumlah 536 unit. Dari jumlah UMKM tersebut bergerak dalam bidang kerajinan, kuliner, dan khusus jamu atau minuman tradisional berkhasiat. Padukuhan pertama yang memiliki UMKM terbanyak adalah Padukuhan Widoro memiliki luas wilayah 351,047 hektar yang merupakan 12,89 persen dari total wilayah Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah UMKM sebanyak 537 Unit dibandingkan dengan total populasi sebanyak 9162 Jiwa 284 KK. 

UMKM Padukuhan Widoro tersebut kebanyakan terdiri dari UMKM yang bergerak dalam bidang kuliner dan produksi kerajinan. Jumlah UMKM berikutnya berada tersebar pada padukuhan lain secara merata dengan jumlah rata-rata 40 sampai 50unit UMKM per padukuhan. Namun demikian, ada 2 Padukuhan yaitu Padukuhan Gumbeng dan Jlumbang yang juga memiliki UMKM jumlah seimbang. Namun keistimewaan dari 1unit usaha yang terdapat di Padukuhan Gumbeng dengan jenis kerajinan Meubeler memiliki jumlah anggota terbanyak yaitu 40 orang. Sedangkan 1unit usaha UMKM di Jlumbang dengan jenis usaha kuliner makanan cucur memiliki anggota sebanyak orang 10 anggota. 

Selanjutnya, 1unit usaha UMKM di Klampok dengan jenis usaha wedang bajigur hanya memiliki anggota sebanyak orang 2 anggota. Selanjutnya, rincian persebaran potensi UMKM terdeskripsi pada tabel awal dibawah ini direvisi oleh tabel unit usaha di atasnya. Dari data awal yang didapatkan sehingga mengalami peningkatan data dari 23unit menjadi 536unit usaha dari pembaharuan data terakhir sehingga, menghasilkan perbandingan dan prosentase secara menyeluruh antara UMKM dan total populasi penduduk Kelurahan Giripurwo sebanyak 5,8 persen penduduk yang berwirausaha dengan mendirikan UMKM dibandingkan dengan total jumlah populasi sebanyak 9162. 

Baca juga : Makna dan Fungsi Pesanggrahan

Berdasarkan perbandingan berdasarkan gender pengelola UMKM berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pelaku usaha yang memiliki atau mengelola usaha adalah perempuan dengan angka persentase 75 %, sedang sisanya 25% adalah laki- laki. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berbicara bahwa UMKM Sebagian besar dikelola oleh perempuan sehingga memiliki potensi yang kuat bahwa dengan peningkatan jumlah UMKM sekaligus juga melakukan pemberdayaan perempuan yang secara tidak langsung juga mensejahterakan keluarga termasuk anak anak.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdapat di Kalurahan Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul memiliki berbagai ragam jenis usaha yang berjumlah 23 unit. Dari jumlah UMKM tersebut bergerak dalam bidang kerajinan, kuliner, dan khusus jamu atau minuman tradisional berkhasiat. Padukuhan pertama yang memiliki UMKM terbanyak adalah Padukuhan Widoro memiliki luas wilayah 351,047 hektar yang merupakan 12,89 persen dari total wilayah Kalurahan Giripurwo dengan sebaran jumlah UMKM sebanyak 10 Unit. 

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di  (0812-3299-9470).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *