Letak Geografis Kalurahan Giripurwo

Potensi Desa Wisata Semagar Kabupaten Wonogiri

Letak Geografis Kalurahan Giripurwo – Kalurahan Giripurwo merupakan penggabungan dari 2 Kelurahan yaitu Girisari dan Girisotjo. Kelurahan Girisari terdiri dari 5 pedukuhan di wilayah barat yaitu Karangnongko, Temon, Kacangan, Jlumbang dan Tlogowarak dengan pusat pemerintahan di pedukuhan Karangnongko.

Lurah yang menjabat saat itu adalah Bapak Harjo Pawiro. Kelurahan Girisotjo terdiri dari 5 pedukuhan yaitu Widoro, Klampok, Gumbeng, Sumur, Gubar dengan pusat pemerintahan di Widoro. Lurah yang menjabat adalah Bapak Suro Diwiryo. Pada tahun 1948 tepatnya hari Selasa Wage tanggal 19 bulan Agustus Kalurahan Girisari dan Girisotjo bergabung menjadi satu dengan nama Kalurahan Giripurwo, serta mendapatkan Legalisasi dari Pemerintah yang tertuang dalam Perda Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 03 Tahun 1952 tertanggal 20 November 1952. Mayoritas penduduk di desa ini adalah sebagai petani dan pengrajin kayu. 

Kondisi geografisnya sangat strategis untuk tempat istirahat khususnya memancing. Desa ini berbatas langsung dengan pantai selatan sehingga banyak para pengunjung yang memancing di daerah ini. Banyak karang-karang di pantai selatan. Komoditas laut yang terkenal dari daerah Giripurwo adalah lobster. Biasanya, para pemancing lobster melakukan aksinya di malam hari di Tebing Bekah, Dusun Temon, Desa Giripurwo. Kondisi spesifik keunggulan potensi Kalurahan Giripurwo yaitu persawahan, perladangan, perkebunan, peternakan, nelayan, pertambangan/ galan, kerajinan dan industri kecil, industri sedang dan besar, maupun jasa dan perdagangan.

Sumber: Analisis Tim, 2022

Secara administratif luas wilayah Kalurahan Giripurwo yaitu 2725.7000 ha, luas tanah khas desa yaitu 9.6350 ha, dengan batas wilayah adalah sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara : Giriharjo Kapanewon Panggang
  2. Sebelah Selatan : Samudera Hindia
  3. Sebelah Barat : Giricahyo
  4. Sebelah Timur : Giriwungu Kapanewon Panggang

Sedangkan, orbitrasi atau jarak dari pusat pemerintahan kecamatan yaitu 7 km, jarak dari Ibu Kota Kabupaten 38 km, jarak dari Ibu Kota Provinsi 40 km, dan jarak dari pusat Pemerintahan 630 km. saat ini, pemanfaatan tanah khas desa digunakan sebagai kios desa, pertanian, sarana Pendidikan, dan sarana pemerintahan. Jumlah penduduk di Kalurahan Giripurwo sebanyak 9162 jiwa dengan 2840 KK. Jenis BumDes yang ada di Kalurahan Giripurwo adalah pariwisata, perdagangan, SPAM desa, kontruksi, dan keuangan.
baca juga : Kuliner Rabeg Banten Kelezatan Tradisional

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di(0812-3299-9470).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *