Memahami Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

wayang, salah satu warisan budaya tak benda indonesia

Indonesia kaya akan warisan budaya tak benda yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan keberagaman budaya bangsa. Warisan budaya tak benda (WBTB) mengacu pada praktik, representasi, pengetahuan, keterampilan, serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Warisan ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti seni pertunjukan, tradisi lisan, tradisi kuliner, serta pengetahuan dan praktik terkait alam dan alam semesta.

Contoh Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang Diakui

  1. Batik: Batik merupakan seni tekstil tradisional Indonesia yang dihasilkan dengan teknik pembatikan. Batik telah diakui sebagai WBTB Manusia oleh UNESCO sejak tahun 2009.
  2. Wayang Kulit: Wayang kulit adalah seni pertunjukan tradisional Jawa yang menggunakan bayangan wayang yang diproyeksikan pada layar menggunakan cahaya. Wayang kulit diakui sebagai WBTB Manusia oleh UNESCO sejak tahun 2003.
  3. Angklung: Angklung adalah alat musik tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Angklung diakui sebagai WBTB Manusia oleh UNESCO sejak tahun 2010.
  4. Ritual Mekare-Kare: Ritual Mekare-Kare adalah tradisi adat dari suku Baliem di Papua yang melibatkan pertarungan adu panco (adu kekuatan) antara dua pemuda. Ritual ini diakui sebagai WBTB Manusia oleh UNESCO sejak tahun 2015.
  5. Saman: Saman adalah tarian tradisional dari suku Gayo, Aceh, yang ditampilkan oleh sekelompok penari pria yang duduk bersila. Saman diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Manusia oleh UNESCO sejak tahun 2011.

Baca juga : Tren Pariwisata Hari Ini: Mengupas Fenomena dan Strategi Terbaru

Pentingnya Pelestarian WBTB

Pelestarian  WBTB  memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Identitas dan Kebanggaan: WBTB merupakan bagian dari identitas budaya suatu bangsa dan menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakatnya.
  2. Pengembangan Pariwisata: WBTB tak benda menjadi daya tarik wisata yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memajukan ekonomi lokal.
  3. Penguatan Jati Diri: Pelestarian WBTB membantu menguatkan jati diri suatu komunitas dan menjaga keberagaman budaya.
  4. Pendidikan dan Pengetahuan: WBTB mengandung nilai-nilai dan pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar dan pengembangan diri.

Indonesia memiliki banyak warisan budaya tak benda yang memperkaya kekayaan budaya bangsa. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya tak benda menjadi tanggung jawab bersama untuk melestarikan warisan leluhur demi masa depan yang lestari dan berbudaya.

 

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di 081232999470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *