Membangun Ketahanan Sektor Pariwisata

Membangun Ketahanan Sektor Pariwisata : Strategi Menuju Pariwisata Berkelanjutan – Sebelum pandemi Covid-19 melanda, banyak negara dan kabupaten/kota yang bergantung pada sektor pariwisata sebagai sumber pajak dan pendapatan. Namun adanya Covid-19, membuat sektor pariwisata melemah dan berdampak besar pada pendapatan wilayah. Berkaca pada kondisi tersebut, muncul paradigma untuk mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan. 

Pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) adalah bentuk pariwisata yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan manfaat positif pariwisata bagi masyarakat dan meminimalkan dampak negatifnya. Prinsip pemeliharaan dan pelestarian lingkungan dalam industri pariwisata telah tercantum dalam Pasal 5 huruf d Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataaan. 

Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan diantaranya:

  1. Perencanaan dan pengelolaan yang tepat, dengan mengembangkan rencana induk pariwisata yang komprehensif dan berkelanjutan, membentuk badan pengelola pariwisata yang melibatkan semua pemangku kepentingan, dan menetapkan dan menegakkan peraturan dan standar pariwisata yang berkelanjutan;
  2. Diversifikasi produk dan layanan wisata, dengan mengembangkan berbagai produk dan layanan wisata, mempromosikan wisata minat khusus (ekowisata, wisata budaya, wisata kesehatan), mendukung UKM dan komunitas lokal dalam menyediakan produk dan layanan wisata;
  3. Pemasaran yang bertanggung jawab, dengan mempromosikan pariwisata berkelanjutan kepada wisatawan domestik dan internasional, memberikan informasi yang akurat dan transparan mengenai dampak pariwisata terhadap lingkungan dan sosial, bekerja sama dengan operator wisata dan pihak pelaku industri pariwisata lainnya;
  4. Konservasi dan perlindungan lingkungan, dengan cara melestarikan dan melindungi sumber daya alam dan budaya, mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan, dan mendukung penggunaan energi terbarukan dan praktik ramah lingkungan dalam industri pariwisata;
  5. Pemberdayaan masyarakat lokal, melalui pelibatan masyarakat lokal dalam proses perencanaan dan pengembangan pariwisata, memberikan pelatihan dan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal di sektor pariwisata, dan memastikan bahwa pariwisata memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. 

Pengembangan pariwisata berkelanjutan membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri pariwisata, masyarakat lokal, dan wisatawan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, pariwisata dapat menjadi sektor yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi semua pihak dalam jangka panjang.

Baca juga : Batik Truntum Pesona Warisan Budaya Yogyakarta

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *