Mengenal Atap Bentang Lebar

Dalam konstruksi bangunan terdapat sistem konstruksi yang dikenal dengan istilah bentang lebar. sistem bangunan bentang lebar adalah struktur bangunan yang memungkinkan penggunaan ruang bebas atau bangunan yang sangat luas secara panjang dan lebar, namun tidak memiliki tiang atau sangat sedikit. Atap bentang lebar umumnya didefinisikan sebagai atap dengan bentang lebih dari 12 m tanpa kolom di tengahnya. Atap bentang lebar dapat menciptakan ruang internal yang fleksibel dan bebas kolom dan dapat mengurangi biaya substruktur serta waktu konstruksi. Jenis bangunan ini umumnya ditemukan di berbagai fasilitas seperti pabrik, aula, bangunan pertanian, hanggar pesawat, toko-toko besar, ruang publik, gimnasium dan arena olahraga. Fungsi utama struktur atap bentang lebar mirip dengan atap normal, yaitu melindungi dari cuaca hujan dan panas, membatasi pandangan, menyediakan isolasi suara dan termal dan sebagainya. Atap bentang lebar dapat dibuat dari sejumlah bahan, seperti baja, paduan aluminium, kayu, beton bertulang dan beton pratekan. Baja lebih disukai karena kekuatannya yang tinggi, ringan dan tahan lama.

Secara umum, struktur pada sistem bangunan ini terbagi dalam 4 sistem besar struktur yang masing-masingnya memiliki struktur-struktur lagi. Struktur tersebut adalah form active structure system, bulk active structure system, vector active structure system, dan surface active structure system.

Form Active Structure System

Form active structure system adalah sistem pembangunan bentang lebar yang keseluruhan bebannya ditanggung oleh bentuk struktur tersebut.Sistem ini dikenal juga mampu berubah secara mekanis sebagai respons adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Struktur ini terdiri dari beberapa teknik, yaitu: cable system, tent system, pneumatic system dan arch system.

Cable System

Struktur ini menggunakan struktur kabel yang menjadi penahan beban dengan menggunakan fungsi tarik. Gaya tarik yang bekerja pada struktur kabel adalah gaya vertikal dan gaya horizontal karena kabel diasumsikan selalu berada pada posisi miring.

Tent System

Struktur ini bekerja layaknya sebuah tenda yang menggunakan struktur permukaan tipis dan fleksibel. Dengan karakteristik ini, struktur tenda sangat sensitif terhadap tekanan angin. Maka dari itu struktur ini membutuhkan tekanan dari dalam tenda agar strukturnya menjadi kaku.

Pneumatic System

Struktur ini kerap digunakan pada gedung yang menggunakan konstruksi pneumatik khusus.Struktur ini terdiri dari dua kelompok, yaitu air-supported structure dan air-inflated structure.

Arch System

Struktur ini telah lama digunakan, khususnya pada peradaban Romawi dan Yunani, untuk membangun bangunan dengan bentangan yang luas. Pada peradaban tersebut, struktur ini dibuat menggunakan material padat, yaitu bebatuan.

Bulk Active Structure System

Bulk active structure system adalah sistem penyusun yang bersifat kaku dan padat. Beban bangunan akan ditransmisikan langsung kepada materialnya melalui kolom atau balok. Struktur bulk active structure system ini terdiri dari beam system, frame system sampai dengan beam grid maupun slab system.

Beam System

Struktur ini dibentuk dengan cara menempatkan elemen kaku horizontal di atas elemen kaku vertikal.Tujuan dari struktur ini adalah supaya bangunan lebih kuat dan kolomnya tidak melentur serta melendut.

Frame System

Struktur ini dikenal sebagai salah satu struktur yang menawarkan kekokohan bangunan Di zaman modern ini, struktur ini menggunakan material baja dan beton yang menawarkan ketahanan lebih.

Beam Grid and Slab System

Struktur ini dibentuk menggunakan balok yang saling bersilangan dengan jarak yang cukup rapat agar mampu menopang pelat atas yang tipis. Ini ditujukan untuk mencegah melendutnya kolom bangunan.

Vector Active Structure System

Vector Active Structure System adalah bentangan dengan sistem batang lurus pendek, padat, lurus, yang mampu mengalihkan atau menyalurkan gaya eksternal terutama dari susunan unsur tekan dan unsur tarik. Teknik dalam sistem ini terdiri dari flat truss system, curved truss system dan space truss system.

Flat Truss System

Susunan pada struktur ini dibentuk menggunakan elemen linear yang kemudian membentuk kombinasi segitiga.

Curved Truss System

Sesuai namanya, struktur ini membentuk pola lengkungan yang dapat membentang hingga 75 meter. Biasanya digunakan pada bangunan hanggar, stadion, pabrik, dan lainnya.

Space Truss System

Struktur ini terdiri dari elemen linear yang kemudian membentuk ruang 3 dimensi yang membentang dua arah.

Surface Active Structure System

Surface active structure system adalah struktur bentangan yang fleksibel namun tahan dari tekanan dan perubahan gaya. Ciri struktur ini umumnya menggunakan lengkungan atau lipatan bangun ruang. Teknik struktur ini terdiri dari prismatic folded structure system, pyramidal folded structure system, rotational shell system dan anticlastic shell system.

Prismatic Folded Structure System

Karakteristik dari struktur ini adalah penggunaan bidang lipat yang memiliki kekuatan satu arah.

Pyramidal Folded Structure System

Merujuk pada namanya, struktur ini menggunakan bidang lipatan yang berbentuk segitiga.

Rotational Shell System

Bidang yang diperoleh dari struktur ini berasal dari suatu garis lengkung yang datar jika diputar terhadap suatu sumbu.

Anticlastic Shell System

Struktur ini menggunakan bentuk pelana yang berbeda pada setiap arahnya yang dibagi lagi dalam berbagai macam jenis.

Kata Kunci : Architecture, Wide Span Roof, Roof, Design, Building, Construction

Demikian artikel ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *