Mengenal Kampung Batik Laweyan

Mengenal Kampung Batik Laweyan – Kampung Laweyan merupakan salah satu jejak sejarah yang penting dalam proses pembentukan Kota Surakarta, sekaligus sebagai landmark dari lingkungannya yang juga mewadahi fungsi kultural dan juga ekonomi tinggalan masa lampau. Selain itu Kampung Laweyan juga sebagai sebuah kawasan strategis yang berpotensi ekonomi. Kampung Laweyan di dalam aktifitasnya sebagai sebuah enclave historis saat ini telah berkembang menjadi pusat lingkungan (sosial, ekonomi, seni, historis, dan kebudayaan), sekaligus sebagai magnet pariwisata dengan corak khas, serta sebagai salah satu agenda kunjungan wisata. Upaya pemerintah Kota Surakarta mensinergiskan eksistensi Kampung Laweyan sebagai daerah tujuan wisata sekaligus sebagai kawasan cagar budaya adalah dengan menetapkan visi yaitu: menjadikan kawasan Laweyan sebagai kampung batik dan cagar budaya melalui pengembangan industri batik, pelestarian situs sejarah, arsitektur khas Laweyan, lingkungan alam serta sosial budaya sehingga menjadi salah satu identitas Kota Surakarta.

Laweyan menjadi salah satu pusat batik yang tertua dan terkenal di Kota Surakarta setelah Kampung Batik Kauman. Kampung ini memiliki luas area 24.83 hektar dan berpenduduk kirakira 2500 penduduk di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pedagang ataupun pembuat batik. Kampung batik Laweyan sudah menjadi ikon batik Surakarta sejak abad ke-19 ketika asosiasi pedagang pertama kalinya dibentuk yaitu Sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1912. Hingga sekarang 250 motif batik khas Kampung Batik Laweyan sudah dipatenkan. Berbeda dengan Batik Kauman yang cenderung berwarna gelap dan motif klasik, Batik Laweyan lebih menawarkan batik warna lebih terang (Santoso, 2018).

Kampung Laweyan didesain dengan konsep terpadu, dengan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 24 ha yang terdiri dari 3 blok. Di dalam kampung Batik tersebut, terdapat ratusan pengrajin Batik yang menjual berbagai motif, seperti Tirto Tejo dan Truntum dengan beragam variasi harga. Selain batik, Kampung Batik Laweyan juga menyimpan kekayaan arsitektur indi, yakni gabungan antara arsitektur colonial dengan arsitektur jawa kuno.

Baca juga : Potensi Wisata Indonesia yang Menjanjikan

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *