Mengenal Sponge City Konsep Kota Berkelanjutan

Mengenal Sponge City Konsep Kota Berkelanjutan – Di tengah era dengan berbagai tantangan perubahan iklim, saat ini berbagai kota di dunia mulai berinovasi untuk menciptakan kota berkelanjutan. Pertumbuhan penduduk juga menjadi tantangan kota yang tidak bisa dihindarkan. Pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan kemampuan kota dalam menyediakan fasilitas perkotaan menjadi terbatas. Lahan perkotaan yang semakin sempit membuat munculnya kawasan permukiman kumuh yang tidak sesuai dengan aturan peruntukan lahan. Lahan terbuka hijau semakin terbatas, daerah resapan air semakin berkurang, akhirnya berdampak pada bencana banjir. 

Sponge City atau yang dikenal dengan Kota Spons merupakan konsep pengembangan perkotaan yang dirancang untuk mampu menyerap, menyimpan, dan mengelola air hujan secara efektif. Konsep Sponge City berfokus pada langkah teknis komprehensif dari pengelolaan dan manajemen air yang meliputi infiltrasi, detensi, retensi, purifikasi, utilisasi, dan pembuangan air hujan (Nie & Jia. 2020). 

Sponge City terintegrasi dengan lingkungan alam, seperti contoh membuat permukaan penyerap air seperti atap hijau (greenroof), fasad hijau, dan bioswale. Bioswale merupakan area tanaman hijau dengan lapisan tanah permeable di bawahnya dan berfungsi sebagai saluran dangkal untuk menangkap air hujan. Lahan tidak produktif seperti lahan kosong dan lahan bekas perindustrian dapat dimanfaatkan untuk ruang hijau. Selain itu, teknologi seperti pengelolaan air dan pengolahan limbah juga dapat membantu mengurangi penggunaan air dan meminimalkan pencemaran air. 

Konsep Sponge City pertama kali muncul di China dan konsep ini telah diterapkan di Wuhan, China. Spone City Wuhan menargetkan 80% area perkotaan harus memenuhi kriteria sponge city di tahun 2030 dan mampu menyerap 60% hingga 85% dari curah hujan. Adapun infrastrukture yang diterapkan yaitu nature-based solution, seperti taman hujan (rain garden), bioswale, bio-retention, dan grey infrastructure seperti permeable pavements, infiltration trenches, dan rainwater storage (Peng & Reilly, 2021)

Konsep Sponge City merupakan konsep yang menjanjikan untuk masa depan. Konsep ini dapat membantu menciptakan kota yang seimbang antara pembangunan dan lingkungan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Baca juga : Masjid Agung Surakarta Warisan Cagar Budaya Surakarta

Sumber: 

Nie, Linmei & Jia, Haifeng. (2020). Assessment Standard for Sponge City Effects. London: IWA Publishing.

Peng, Y., & Reilly, K. (2021). Using nature to reshape cities and live with water: an overview of the Chinese Sponge City programme and its implementation in Wuhan. Report for the EU Project GROWGREEN—Green Cities for Climate and Water Resilience, Sustainable Economic Growth, Healthy Citizens and Environments (Grant Agreement No 730283).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *