Museum Keris Nusantara Lakukan Kajian Koleksi Keris

Kota Surakarta disandang berbagai predikat, seperti Kota Batik dan Kota Budaya. Sebagai Kota Budaya, Surakarta menjadi salah satu pusat kebudayaan Jawa dengan keberadaan Kasunanan Surakarta yang sampai saat ini masih tetap lestari. Sebagai kota budaya, Surakarta mempunyai benda-benda bersejarah yang merupakan warisan budaya yang bernilai tinggi salah satunya adalah keris. Pengakuan dunia telah membuktikan hal tersebut melalui UNESCO, PBB sebagai Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2005.

Baca juga: Peran Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri Pariwisata

Para empu telah mengembangkan keris di Nusantara sejak zaman Kerajaan Mataram Hindu, Kahuripan, Singosari, Majapahit, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Pajang (abad ke-8 sampai 16 M) serta melanjutkannya pada zaman Mataram Islam, Kesultanan Surakarta, dan Kesultanan Yogyakarta (abad ke-16 sampai 18 M).

Perkembangan keris tidak berhenti pada abad ke-18 saja, melainkan hingga masa sekarang produksi pembuatan keris masih dapat diketahui di beberapa wilayah di Indonesia, misalnya di daerah Yogyakarta (Girirejo, Imogiri, Bantul dan Moyudan, Sleman), Surakarta (Solo) dan di Sumenep, Madura. Pembuatan keris di tempat-tempat tersebut di atas dapat dibedakan dari segi gaya dan variasi bentuk yang dibuat.

Dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia, Museum Keris Nusantara Kota Surakarta memiliki peran sebagai tempat untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Museum juga harus mengelola bukti material hasil budaya yang memiliki nilai penting dari berbagai aspek untuk kemudian mengkomunikasikan dan memamerkannya kepada masyarakat umum melalui pameran museum. Salah satunya adalah dengan melakukan kajian koleksi Museum Keris Nusantara.

Museum Keris Nusantara memiliki ratusan koleksi keris. Sebagian besar koleksi keris tersebut merupakan hibah dari masyarakat yang menyukai dan mengoleksi keris. Tak hanya keris, Meseum Keris Nusantara juga menyimpan benda tajam lainnya seperti badik, kujang, pedang, dan tombak. Berikut merupakan beberapa koleksi di Museum Keris Nusantara.

 

Kelap Lintah

 

Jalak Ngore

 

Mundharang

 

Panji Nom

 

Kujang Ciung

Tombak Biring Wadon

Badik Luwu

 

Pedang Alameng

Badik Luwu

 

Kami berharap kajian koleksi keris ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat umum mengenai sejarah dan filosofi keris di Museum Keris Nusantara serta berkontribusi sebagai referensi pengkajian keris yang sudah ada hingga saat ini.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kami, anda bisa menghubungi marketing kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *