Museum Semedo Jendela ke Masa Lalu Melalui Koleksi Arkeologisnya

Museum Semedo Jendela ke Masa Lalu Melalui Koleksi Arkeologisnya – Museum Semedo merupakan museum prasejarah di Indonesia yang telah dibuka secara resmi pada 12 Oktober 2022. Berlokasi di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, museum ini menyimpan beragam daya tarik dan kekhasan yang memiliki nilai penting terhadap prasejarah Indonesia. Museum Semedo merupakan museum lapangan (site museum) dan berada di Kawasan Cagar Budaya Semedo yang luasnya 45 km2.

Museum Semedo berbatasan langsung dengan Hutan Semedo yang terletak di Kawasan Cagar Budaya Semedo. Hutan Semedo merupakan komponen lingkungan fisik yang sangat penting karena di hutan ini banyak ditemukan fenomena geologi yaitu penemuan jejak serta informasi evolusi lingkungan sejak Kawasan Semedo masih berupa laut, rawa, hingga daratan.  Melansir dari Kemendikbud, Situs Semedo ini ditemukan oleh warga sekitar pada tahun 2005. Pada tahun 2007, terindikasi adanya fosil Homo Erectus di Situs Semedo hingga pada tahun 2011 fosil Homo Erectus tersebut ditemukan. Homo Erectus ini diperkirakan hidup di Semdo sekitar 700.000 tahun lalu atau pada Kala Plestosen Tengah. 

Museum ini memiliki lebih kurang 7.500 koleksi, yang terdiri dari fosil Hominid (manusia purba), alat batu prasejarah, flora, dan fauna purba. Museum Semedo memiliki koleksi yang kelangkaannya sangat tinggi, yaitu alat-alat batu prasejarah berbahan koral kersikan khas Semedo, fosil primata purba Gigantopithecus blackii satu-satunya yang ditemukan di Indonesia, dan fosil gajah purba endemik Semedo Stegodon pigmy semedoensis

Situs Semedo telah menyajikan data tentang evolusi manusia dan hasil kebudayaannya sejak 1,5 tahun yang lalu. Setiap koleksi yang dipamerkan disertai beberapa media penyampaian informasi, termasuk ilustrasi riwayat terbentuknya alam semesta, Kepulauan Nusantara, dan Pulau Jawa. Museum Semedo memiliki daya tarik potensial sebagai wahana pendidikan dan hiburan, selain untuk mewadahi kepentingan riset dan akademis lainnya.

Baca juga : Sustainable Development Goals Dalam Menunjang Industri Pariwisata

Sebagai organisasi pembelajar yang berupaya responsif, visioner, inovatif, serta memposisikan diri dalam ranah permuseuman, pelestarian cagar budaya, sekaligus sebagai prasarana kebudayaan, Museum Semedo merespon fakta-fakta tersebut tidak hanya dari sisi pengembangan dan pemanfaatan museum saja, melainkan juga sebagai motivasi untuk mengaktualisasikan peran dan eksistensi museum bagi kawasan dan masyarakat di dalamnya.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *