Pariwisata dan Perubahan Iklim: Hubungan Dua Sisi

Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang penting di dunia. Pada tahun 2022, sektor pariwisata menyumbang USD 8,9 triliun atau sekitar 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB) global. Di Indonesia, sektor pariwisata juga merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar, dengan realisasi devisa mencapai Rp280 triliun pada tahun 2019.

Museum Keris Nusantara Lakukan Kajian Koleksi Keris

Namun, di sisi lain, pariwisata juga menjadi salah satu penyumbang perubahan iklim. Aktivitas pariwisata seperti transportasi, akomodasi, dan konsumsi makanan, menghasilkan emisi gas rumah kaca yang dapat menyebabkan pemanasan global.

 

Dampak Perubahan Iklim terhadap Pariwisata

Perubahan cuaca memiliki dampak yang signifikan terhadap pariwisata. Berikut beberapa dampak perubahan iklim terhadap pariwisata:

  • Perubahan cuaca yang ekstrem, seperti badai, banjir, dan kekeringan, dapat mengganggu perjalanan wisata dan merusak infrastruktur pariwisata.
  • Naiknya permukaan laut dapat menyebabkan hilangnya daya tarik wisata pesisir, seperti pantai dan pulau-pulau kecil.
  • Perubahan ekosistem, seperti kerusakan terumbu karang dan hilangnya keanekaragaman hayati, dapat mengurangi daya tarik wisata alam.

 

Dampak Pariwisata terhadap Perubahan Iklim

Aktivitas pariwisata menghasilkan emisi gas rumah kaca yang dapat menyebabkan pemanasan global. Berikut beberapa sumber emisi gas rumah kaca dari pariwisata:

  • Transportasi, terutama transportasi udara, merupakan sumber emisi gas rumah kaca terbesar dari pariwisata.
  • Akomodasi, terutama akomodasi hotel, juga menghasilkan emisi gas rumah kaca dari penggunaan listrik, air, dan bahan bakar.
  • Konsumsi makanan, terutama daging, juga menghasilkan emisi gas rumah kaca dari produksi dan transportasi makanan.

 

Solusi untuk Mengatasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Pariwisata

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim terhadap pariwisata:

  • Pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, dan penggunaan energi terbarukan.
  • Pengembangan produk wisata yang adaptif terhadap perubahan iklim, seperti wisata alam yang tidak terlalu bergantung pada cuaca.
  • Peningkatan kesadaran wisatawan akan dampak perubahan cuaca, sehingga mereka dapat berperilaku lebih ramah lingkungan.

 

Wisata dan perubahan cuaca saling mempengaruhi keduanya dapat berdampak negatif terhadap pariwisata dan juga dapat berkontribusi terhadap perubahan cuaca. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk mengatasi dampak pariwisata terhadap perubahan cuaca dan mengurangi kontribusi pariwisata terhadap perubahan cuaca.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kami, anda bisa menghubungi marketing kami diĀ (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *