Pemberdayaan Perempuan Pesisir Melalui Peningkatan Kapasitas

Source by penamas.id

Pemberdayaan Perempuan Pesisir Melalui Peningkatan Kapasitas: Hambatan dan Tantangan – Pemberdayaan perempuan dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Persentase perempuan di Indonesia mencapai 49,7% dari total penduduk, hal ini menujukkan potensi peran perempuan dalam pembangunan. Namun sayangnya hingga saat ini ketidaksetaraan gender masih tinggi, untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan perempuan agar perempuan dapat berperan optimal dalam pembangunan Indonesia. 

Pemberdayaan perempuan merupakan proses peningkatan kompetensi perempuan dalam mengelola sumber daya desa, sehingga dapat terlibat dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan; mengakses semua aspek kehidupan; serta kontrol diri dan masyarakat. Salah satu cara pemberdayaan perempuan adalah pembentukan kelompok. 

Kelompok perempuan pesisir Kecamatan Sanrobone melihat keberadaan rumput laut di sepanjang pesisir sebagai peluang bisnis olahan, namun untuk mengolahnya dibutuhkan keterampilan dan keahlian. Untuk itu telah dilakukan beberapa pelatihan dari pemerintah maupun swasta yang berfokus pada capacity building. Pelatihan tersebut antara lain pelatihan teknologi, pengolahan rumput laut, pengembangan industri kecil dan menengah, sertifikasi halal, penguatan kelembagaan, pelaku usaha perikanan, sertifikasi daya tahan hasil perikanan untuk UMKM, dan workshop pengolahan makanan. Namun pelatihan-pelatihan tersebut belum berdampak besar dan tidak efektif dalam peningkatan kesejahteraan.

Baca juga: Semarang Dahulu Kini dan Nanti

Berdasarkan wawancara dan FGD, terdapat enam isu yang mempengaruhi hal tersebut. Pertama, pemilihan jenis usaha. Kedua, pelatihan dilaksanakan secara tidak merata. Ketiga, kelompok diberi bantuan peralatan produksi, namun ada yang tidak dapat digunakan karena biaya operasional mahal. Keempat, tidak ada organisasi dan modal terbatas. Kelima, pemasaran yang belum jelas konsumen dan pasarnya. Terakhir, kemampuan manajemen bisnis yang lemah. Terdapat enam tantangan untuk keberhasilan capacity building, seperti keseimbangan keahlian; pembelajaran kontekstual; pengembangan kelembagaan; menilai dampak; kemajuan teknologi; dan diversifikasi tenaga kerja. Namun hal yang paling mencolok adalah bagaimana pelatihan yang diberikan dapat seimbang antara pelatihan teknis dan manajerial. 

Terdapat beberapa cara yang telah berhasil memberdayakan perempuan pesisir dan meningkatkan perekonomiannya di beberapa wilayah pesisir. Cara tersebut diantaranya adalah dengan peminjaman modal agar terjadi skema kelembagaan dalam kelompok dan sistem kerja lebih teroganisir. Pemberdayaan perempuan pesisir juga harus memperhatikan kebutuhan sehingga tepat sasaran dan diperlukan pula pendampingan secara rutin agar hasil pelatihan dapat berkelanjutan dan kesejahteraan dapat meningkat. Terakhir, untuk mengatasi masalah pemasaran, dapat dimanfaatkan pemasaran melalui jaringan sosial media (online). 

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di(0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *