Pemulihan Ekonomi Pariwisata Bali

Bali merupakan salah satu sektor pariwisata yang sangat penting dalam pendapatan perekonomian. Masyarakat bali sebagian besar mengandalkan pariwisata sebagai mata pencahariannya. Bali merupakan tujuan wisata dari dalam negeri maupun wisatawan mancanegara. Bali termasuk penyumbang lebih dari sepertiga jumlah kunjungan wisata asing ke Indonesia tiap tahunnya. Hal ini tidak hanya berdampak pada perekonomian Indonesia saja, tapi juga perekonomian bali pada khususnya. Pada awalnya masyarakat bali lebih banyak bergerak dibidang agraris. Namun, dalam perkembangannya bergeser ke industri pariwisata. Alam serta adat dan budaya merupakan faktor utama sebagai daya tarik wisatawan berkunjung kebali.

Dari berbagai sudut bali bisa berkembang untuk peningkatan pariwistaa. Daerah pedesaan memiliki daya tarik khusus bagi wisatawan karena daerah pedesaan memiliki karakteristik budaya, sejarah, etnis, dan geografis yang berbeda (Edgell dan Harbaugh 1993). Selain itu, keamanan di bali masih terjaga karena antara aparatur negara dan petugas adat (Pelacang) bersinergi dalam menjalankan keamanan di bali. Bali memiliki alam yang indah sangat menunjang wisatawan datang berkunjung. Geografis bali yang bisa menjangkau dengan cepat antara pegunungan dan pantai dengan mudah dijangkau.  Pariwisata bali juga dipengaruhi oleh situasi lingkugan baik lingkungan bali itu sendiri, kondisi Indonesia maupun dunia. Terbukti saat terjadi bom bali, pariwisata bali terpuruk sehingga perekonomian masyarakat bali juga mengalami ketepurukan.

Ketika awal tahun 2020 terjadi pandemi covid-19 pariwisata bali terpengaruh. Seluruh sektor merasakan dampak dari pandemi ini, Pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan lain-lain. Dampaknya adalah banyak tenaga kerja dirumahkan, perekonomian masyarakat pun sangat terasa pengaruhnya. Tidak hanya tenaga kerja disektor pariwisata namun berbagai sektor lainnya sehingga perekonomian bali juga ikut berpengaruh. Kepariwisataan dapat diartikan keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah daerah, dan pengusaha (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan). Berkembangnya kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan langsung terhadap kemajuan pembangunan atau perbaikan pelabuhan pelabuhan (laut dan udara), jalan raya, pengangkutan setempat, program kebersihan atau kesehatan, pilot proyek sasana budaya dan kelestarian lingkungan dan sebagainya.

Terjadinya pandemi covid-19 hampir diseluruh dunia, mempengaruhi seluruh sektor kehidupan tak terkecuali Indonesia. Bali yang merupakan provonsi yang mengandalkan kegiatan ekonomi dari sektor pariwisata mengalami keterpurukan perekonomian. Diperlukan waktu yang lama untuk kembali meningkatkan ekonomi pariwisata bali. Saat pemerintah telah menerapkan mulai 9 juli provinsi bali melakukan kebijakan new normal. Kebijakan ini ditetapkan bekerjasama dengan seluruh lini serta komponen masyarakat bali seperti desa adat.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.