Penerapan Konsep “Triple Helix” pada Masterplan Pariwisata

Penerapan Konsep “Triple Helix” pada Masterplan Pariwisata – Masterplan berarti sebuah produk dari perencanaan yang memiliki fungsi sebagai komplementer dengan waktu perencanaan secara jangka panjang. Substansi dari produk perencanaan berupa infrastruktur maupun non-infrastruktur yang disesuaikan dengan wilayah pembangunan strategi.  Dalam merencanakan sebuah masterplan, harus terdapat alur pikir yang jelas sehingga masterplan dapat dijalankan dengan baik. 

Masterplan pariwisata merupakan program yang dikhususkan bagi kawasan yang berkarakter wisata dengan metode pendekatan partisipatif atau community based dengan tujuan memanfaatkan kualitas lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Dalam masterplan pariwisata, terdapat istilah pengembangan pariwisata yang merupakan salah satu cara memberdayakan potensi alam, budaya, serta karakter kawasan wisata demi mewujudkan kawasan wisata yang sustainable dan mandiri. 

Konsep Triple Helix dalam pengembangan pariwisata merupakan konsep yang memadukan beberapa pelaku atau aktor wisata untuk bersama-sama mengembangan pariwisata. Kolaborasi yang baik dengan membagi peran antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Diharapkan kolaborasi tersebut  akan membawa perubahan yang besar untuk perkembangan pariwisata disuatu daerah. Berikut pembagian peran para stakeholder tersebut:

 

  • Peran Pemerintah

Pemerintah merupakan aktor utama dalam pengembangan pariwisata. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan mampu menjembatani antara pihak swasta dan masyarakat untuk saling bersinergi memberikan dukungan hal positif untuk pengembangan wisata. Dalam hal ini, pemerintah berperan sebagai regulator untuk menciptakan dan membatasi kerjasama antara pihak-pihak yang bersangkutan untuk pengembangan pariwisata.

  • Peran Swasta

Pihak Swasta memiliki peran untuk ikut dalam pembangunan dan pengembangan wisata yang akan dicanangkan oleh Pemerintah. Pihak swasta berperan membantu penyediaan fasilitas yang tidak bisa dijangkau atau disediakan oleh Pemerintah. Pihak swasta dapat memberikan investasi pembangunan wisata untuk pengembangan pariwisata.

  • Peran Masyarakat

Peran masyarakat adalah sebagai pengelola objek wisata. Masyarakat harus mampu menjadikan objek wisata yang biasa-biasa saja menjadi objek wisata yang unggul. Tentu, dalam proses tersebut pemerintah harus senantiasa mendampingi agar tidak terjadi kecerobohan yang dilakukan oleh masyarakat
Baca juga : Visi Banyumas Pengembangan Kawasan Kota Baru Purwokerto

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.