PENGARUH DAYA TARIK WISATA TERHADAP NIAT KUNJUNGAN ULANG WISATAWAN DENGAN KEPUASAN WISATAWAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA TAMAN SAFARI INDONESIA CISARUA BOGOR

Perkiraan kunjungan wisatawan global di kawasan Asia tahun 2014 menurut World Tourism Organization akan mencapai 263 juta wisatawan dengan pertumbuhan rata-rata 5% setiap tahunnya dimana pertumbuhan terbesar berada di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia sebesar 7,6% setiap tahunnya. Berdasarkan angka tersebut maka perekonomian indonesia akan didominasi oleh sektor pariwisata sebagai penerima devisa dan akan menyerap banyak investasi di Indonesia. Dalam usaha menarik minat wisatawan diperlukan penanganan yang profesional atas sektor pariwisata terutama tentang produk wisata yang berhubungan dengan kepuasan wisatawan.

Produk wisata menurut Yoeti (2006) yang menyatakan bahwa produk wisata sebagai salah satu objek penawaran dalam pemasaran pariwisata yang memiliki unsur utama terdiri atas 3 bagian, yaitu : (1) Daya Tarik Wisata, termasuk didalamnya pariwisata yang bersumber dari alam (natural and cultural based tourism), (2) Fasilitas yang dimiliki objek wisata meliputi akomodasi, industri makanan, parkir, area rekreasi, dan (3) kemudahan dalam mencapai objek tujuan wisata tersebut. Prinsip utama kepuasan wisatawan adalah perbandingan antara apa yang diharapkan dengan tingkat kinerja yang dirasakan oleh wisatawan. Artinya kepuasan itu merupakan perbandingan antara kinerja dan harapan, jika kinerja produk dirasakan lebih tinggi dari harapan, maka wisatawan akan senang dan puas. Sebaliknya jika kinerja yang dirasakan lebih rendah dari harapan maka wisatawan akan kecewa dan tidak puas (unsatisfaction). (Coban, 2012).

Terdapat hubungan positif antara kepuasan wisatwan dengan niat kunjungan ulang wisatawan yang berarti bahwa wisatawan akan merasa terpenuhi tingkat harapannya setelah melakukan kunjungan sehingga meningkatkan komitmen pembelian untuk berkunjung kembali ke objek tujuan wisata tersebut. (Rozak, 2012). Saat ini Kabupaten Bogor memiliki beragam pilihan destinasi wisata yang dapat menarik minat wisatawan baik wisatawan domestik maupun internasional, dikarenakan lokasi Bogor yang strategis berdekatan dengan ibukota negara Jakarta dan Ibukota Provinsi Jawa Barat yaitu Bandung, memungkinkan wisatawan menjadikan Bogor sebagai kota transit atau sebagai pilihan alternatif dalam berwisata. Hingga tiga tahun terakhir sejak 2013-2015 posisi destinasi wisata paling diminati di Kabupaten Bogor khususnya kawasan puncak masih ditempati oleh Taman Safari Indonesia yang berlokasi di daerah Cisarua, Puncak.

Alasan Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor masih menduduki peringkat tertinggi sebagai destinasi yang paling diminati wisatawan disebabkan tidak adanya kompetitor destinasi wisata yang serupa diwilayah Kabupaten dan Kota Bogor, walaupun untuk destinasi wisata lain memiliki wahana rekreasi yang hampir sama dengan Taman Safari Indonesia namun tetap saja Taman Safari Indonesia memiliki keunggulan tersendiri karena selain menjadi area rekreasi wisatawan, destinasi wisata ini termasuk kedalam lembaga konsevasi satwa yang diperuntukan pula sebagai media edukasi kepada masyarakat luas tentang keberlangsungan habitat berbagai satwa dialam bebas yang populasi satwanya kian menurun setiap tahun. Bila dilihat dari antusias wisatawan hingga saat ini Taman Safari Indonesia masih menjadi destinasi populer di Kabupaten Bogor. Akan tetapi, kepopuleran suatu destinasi wisata belum tentu bisa menunjukan tingkat kepuasan wisatawan terhadap destinasi wisata tersebut, bila berfokus pada niat kunjungan ulang dan rekomendasi, wisatawan yang memiliki niat untuk melakukan kunjungan ulang akan sangat logis untuk merekomendasikan destinasi wisata, sementara wisatawan yang bersedia merekomendasikan destinasi belum tentu akan melakukan kunjungan ulang ke destinasi wisata tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *