Pengembangan Pariwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Pengembangan Pariwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Community-Based Tourism Development) – Dalam rangka optimalisasi manfaat pariwisata bagi masyarakat lokal, muncul paradigma yang mengembangkan kepariwisataan berbasis masyarakat, yakni Community-Based Tourism Development (CBT). CBT merupakan salah satu gagasan yang penting bagi pembangunan kepariwisataan yang seringkali mengabaikan hak masyarakat lokal di daerah tujuan wisata. Terdapat 3 hal pokok sebagai tonggak bagi  perencanaan pariwisata yang partisipatif, yaitu:

  1. Mengikutsertakan anggota masyarakat dalam pengembilan keputusan Segala bentuk pengambilan keputusan harus diutamakan melalui musyawarah mufakat, adapun lembaga pengelola yang direkomendasikan dalam pengelolaan destinasi Giripurwo adalah koperasi.
  2. Memberikan manfaat kepada masyarakat lokal atas kegiatan kepariwisataan

Badan usaha maupun tenaga kerja yang dilibatkan semaksimal mungkin mengoptimalkan masyarakat lokal sehingga permutaran ekonomi pariwisata dapat dirasakan oleh masyarakat lokal.

  • Memberikan pendidikan kepariwisataan bagi masyarakat lokal.  

Pelibatan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan pariwisata di Desa Wisata Giripurwo hendaknya diiringi dengan peningkatan kapasitas secara kontinyu dan berkesinambungan baik peningkatan kapasitas yang bersitat formal (pelatihan, kursus, sekolah) dan yang bersifat informal (pembiasaan sebuah teknik penyajian layanan, pembiasaan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan).

Disamping  itu, perlu diperhatikan 10 prinsip dasar perencanaan pariwisata yang mengutamakan hubungan yang lebih seimbang antara wisatawan dan masyarakat lokal dalam industri pariwisata. Keseimbangan yang dimaksud antara lain dalam hal status kepemilikan komunitas, pembagian keuntungan yang adil, hubungan sosial budaya yang didasari sikap saling menghargai, dan upaya bersama untuk menjaga lingkungan. Sepuluh prinsip dasar tersebut harus menjadi tumpuan dan arahan pembangunan kepariwisataan yang dapat menjaga keberlangsungan kepariwisataan itu sendiri, yaitu:

  1. Mengakui, mendukung, dan mengembangkan kepemilikan komunitas dalam industri pariwisata. 
  2. Mengikutsertakan anggota komunitas dalam memulai setiap aspek. 
  3. Mengembangkan kebanggaan komunitas. 
  4. Mengembangkan kualitas hidup komunitas. 
  5. Menjamin keberlanjutan lingkungan. 
  6. Mempertahankan keunikan karakter dan budaya lokal 
  7. Membantu perkembangan pembelajaran dan pertukaran budaya pada komunitas. 
  8. Menghargai perbedaan budaya dan martabat manusia. 
  9. Mendistribusikan keuntungan secara adil pada anggota komunitas. 
  10. Berperan dalam menentukan prosentase pendapatan (pendistribusian pendapatan) dalam proyek yang dilaksanakan di komunitas.

Baca juga : Permainan tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Riau

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di+62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *