Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Lambangjaya

Suatu desa yang direncanakan sebagai desa wisata memiliki peluang terhadap wisatawan untuk dinikmati sebagai daya tarik wisata. Konsep desa wisata dipandang sebagai salah satu cara untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Desa wisata dibangun selain untuk mengurangi tingkat urbanisasi dari pedesaan ke perkotaan, juga diperuntukkan menawarkan mata pencaharian baru pada masyarakat. Salah satu bentuk produk wisata alternatif dengan prinsip membangun desa wisata yaitu dengan mengembangkan produk lokal pedesaan yang menarah pada manfaat dan dampak langsung kepada masyarakat setempat.

Desa Lambangjaya merupakan salah satu desa dengan potensi wisata yang berada di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Pembangunan Desa Lambangjaya sebagai desa dengan potensi wisata sangat membutuhkan dukungan semua pelaku atau pihak di sektor pariwisata, baik di tingkat desa maupun yang kedudukannya lebih tinggi. Adapun potensi destinasi pariwisata yang ada di Desa Lambangjaya adalah sebagai berikut:

  1. Potensi berbasis alam

Danau Ciberem atau Situ Ciberem merupakan salah satu potensi wisata di Desa Lambangjaya, Bekasi yang memiiliki pemandangan alam yang menawan. Ditengah danau Cibereum terdapat bukit kecil dengan rerumputan serta tumbuhan yang rimbun. Kehadiran bukit kecil di tengah-tengah danau yang dikelilingi air payau ini membuat danau Cibereum semakin sedap dipandang mata. Awalnya luas Danau Cibereum mencapai 38 ha, akan tetapi luas tersebut semakin menyusut dikarenakan pembangunan perumahan elite Grand Wisata. Saat ini luas Danau Cibereum hanya tersisa berkisar 2 ha. Kedalaman Danau Cibeureum juga semakin berkurang, hal ini menyebabkan pinggiran danau kering saat musim kemarau datang. Meskipun terlihat sempit, Danau Cibeureum masih menjadi salah satu tempat yang paling populer untuk memancing. Dalam danau dapat ditemukan banyak ikan air tawar seperti ikan nila, gabus, mujair, keting dan lainnya. Area danau juga menjadi tempat favorit komunitas sepeda gunung. Tumpukan tanah merah yang terdapat di tepi danau merupakan jalan yang dilalui untuk bersepeda. Pengunjung juga dapat mengelilingi dan menikmati pemandangan keseluruhan Danau Cibereum menggunakan perahu dengan biaya terjangkau, yakni hanya 10.000 rupiah per orang.

  1. Potensi berbasis budaya

Merupakan segala sesuatu cipta, rasa dan karsa masyarakat Desa Lambangjaya baik berupa kesenian ataupun adat istiadat yang tersedia. Masyarakat desa masih mempertahankan kebudayaan lokal meski ditengah laju pesatnya kemajuan jaman dan lingkungan sekitar. Beberapa potensi berbasis budaya antara lain adanya kegiatan senam Cimande, senam ini mengusung filosofi kesehatan tradisi yang memandang manusia sebagai kesatuan utuh antara fisik, pikiran dan jiwa. Ada juga pencak silat Cimande yang masih memprioritaskan tradisi dan merupakan pencak silat tertua di Jawa Barat. Masyarakat Desa terbiasa berlatih pencak silat Cimande jurus tepak dua dan tepak tiga. Selanjutnya ada kegiatan seni gembrung yang dilakukan setiap malam jumat di aula Desa Lambangjaya dan ada juga tradisi palang pintu, yakni kesenian sastra berbalas pantun yang dilakukan ketika ada prosesi pernikahan.

  1. Potensi berbasis masyarakat

Terdapat berbagai kegiatan guna meingkatkan sumber daya manusia pada masyarakat desa, pertama diadakannya pelatihan otomotif, pelatihan teknik pengelasan dan pelatihan servis elektronik bagi karang taruna untuk meningkatkan keterampilan agar memiliki daya saing dan keseimbangan kemampuan antara Desa Lambangjaya dengan desa sekitar. Kedua, diadakannya pelatihan tanaman hidroponik untuk memelihara lingkungan Desa Lambangjaya serta memotivasi warga memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong dengan membudidayakan tanaman hidroponik.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *