Pengenalan Metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average dalam Manajemen Persediaan

Pengenalan Metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average dalam Manajemen Persediaan – Manajemen persediaan adalah proses penting dalam operasi bisnis yang melibatkan pengelolaan dan kontrol atas barang atau bahan yang tersedia untuk dijual atau diproduksi. Salah satu aspek terpenting dari manajemen persediaan adalah memilih metode yang tepat untuk mengelola aliran barang masuk dan keluar. Beberapa metode yang umum digunakan dalam manajemen persediaan adalah FIFO, FEFO, LIFO, dan Average.

Metode FIFO (First-In, First-Out) adalah pendekatan yang mendasarkan pengelolaan persediaan pada asumsi bahwa barang pertama yang masuk ke gudang akan menjadi barang pertama yang dikeluarkan. Dalam konteks ini, “pertama masuk, pertama keluar” berarti barang dengan tanggal kedaluwarsa atau penerimaan paling awal akan dijual atau digunakan terlebih dahulu. Metode ini sangat relevan dalam situasi di mana barang yang lebih lama cenderung menjadi usang atau kedaluwarsa lebih cepat daripada barang yang baru.

Adapun kelebihan dari metode ini antara lain yakni mengurangi risiko barang kedaluwarsa karena barang yang lebih lama dijual terlebih dahulu, mencerminkan nilai persediaan yang lebih realistis dalam situasi inflasi harga, karena harga terbaru dapat diterapkan pada barang yang tersisa. Sedangkan untuk kekurangan dari metode FIFO terletak pada penerapan metodenya  yang membutuhkan manajemen persediaan yang teliti dan sistem pencatatan yang baik untuk melacak tanggal kedatangan barang dengan tepat.

Metode FEFO (First-Expired, First-Out) adalah variasi dari metode FIFO yang menekankan pengelolaan berdasarkan tanggal kedaluwarsa. Dalam FEFO, barang yang pertama kali akan kedaluwarsa adalah barang yang pertama kali dikeluarkan, tanpa memperhatikan tanggal penerimaannya. Metode ini umumnya diterapkan pada persediaan dengan tanggal kedaluwarsa kritis, seperti obat-obatan atau produk makanan. Kelebihan dari metode FEFO adalah Mencegah penjualan atau penggunaan barang yang sudah kadaluwarsa. Meningkatkan kesadaran akan persediaan yang akan segera kedaluwarsa, memungkinkan reaksi yang cepat untuk menghindari pemborosan. Kekurangan FEFO sendiri terletak pada pengelolaan persediaannya yang ketat dan kontrol atas tanggal kedaluwarsa barang.

Metode LIFO (Last-In, First-Out) adalah kebalikan dari metode FIFO, di mana barang yang terakhir masuk ke gudang akan dijual atau digunakan terlebih dahulu. Ini berarti barang-barang terbaru dikeluarkan dari persediaan lebih dulu sebelum barang-barang yang lebih lama. Metode LIFO sering digunakan dalam situasi di mana harga suatu barang meningkat seiring waktu, karena menerapkan harga terbaru pada penjualan dapat mengurangi biaya persediaan yang dilaporkan. Kelebihan LIFO yakni metode ini dapat mengurangi biaya persediaan yang dilaporkan dalam situasi inflasi harga. Cocok untuk bisnis di mana penggunaan barang yang lebih baru lebih menguntungkan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Metode Average (Rata-rata). Mungkin menyebabkan perhitungan yang rumit dan membingungkan jika persediaan berupa barang dengan nomor seri atau karakteristik unik. Metode Average melibatkan perhitungan nilai rata-rata barang di persediaan berdasarkan biaya per unit dari seluruh barang yang tersedia. Ketika barang keluar dari persediaan, biaya rata-rata per unit yang dihitung digunakan untuk menilai barang yang dikeluarkan.Kelebihan Metode Average terletak pada kesederhanaannya untuk dihitung dan diterapkan. Metode ini juga menyediakan gambaran yang stabil tentang biaya persediaan, karena harga rata-rata dicerminkan. Kekurangannya sendiri yakni tidak mempertimbangkan perbedaan harga antara barang yang lebih baru dan lebih lama. Dalam situasi inflasi harga, harga rata-rata mungkin tidak mencerminkan biaya aktual dari persediaan yang lebih baru.

Pengenalan Metode dalam Manajemen Persediaan – Pemilihan metode FIFO, FEFO, LIFO, atau Average dalam manajemen persediaan sangat tergantung pada jenis barang yang dikelola, sifat bisnis, dan tujuan perusahaan. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam mengimplementasikan strategi manajemen persediaan yang efektif. Pengelolaan persediaan yang tepat dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan keuntungan perusahaan.

Baca juga : Strategi dan Tantangan dalam Manajemen Ekowisata untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Komunitas Lokal

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470)

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *