Penggunaan E-tourism Sebagai Media Pengenalan Tempat Pariwisata

Mengenal E-tourism

                Berkembangnya peradaban mempengaruhi segala hal yang berjalan didalamnya, tak terkecuali pasal pariwisata. Tempat  pariwisata dinilai bisa menjadi media healing bagi masyarakat, atau sekedar menjernihkan pikiran dari hiruk-pikuk kehidupan. Hampir seluruh kota memiliki tempat wisata yang biasanya menjadi icon dari kota tersebut. Semakin banyak tempat wisata, berdampak pada daya saing yang juga menjadi tinggi. Banyak upaya yang dapat dilakukan guna mengabarkan adanya tempat wisata, salah satunya menggunakan teknologi atau biasa disebut dengan e-tourism. E-tourism sendiri merupakan penggunaan teknologi untuk meningkatkan hubungan pariwisata, membantu perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata untuk meningkatkan proses bisnis, serta meningkatkan proses bisnis, serta meningkatkan proses Knowledge-sharing. E-tourism memanfaatkan beberapa fitur dari teknologi informasi, seperti basis data informasi pariwisata, basis data pengguna, pembayaran elektronik, menggunakan jaringan komputer sebagai sarana pengiriman dan transaksi jasa, sebagai bagian dari e-commerce.

E-tourism merupakan salah satu strategi yang efektif untuk mempromosikan potensi unggulan tempat pariwisata melalui platform berbasis teknologi dengan target generasi milenial. E-tourism bukan hanya sebagai media promosi tetapi diharapkan bisa menjadi platform digital yang menghubungkan seluruh stakeholder pariwisata, mempermudah perizinan, mengintegrasikan seluruh kegiatan pariwisata serta mempermudah wisatawan untuk menjelajahi wisata.

Bagaimana cara pengaplikasian e-tourism sebagai media pengenalan tempat wisata?

Tak dapat dipungkiri, media sosial menjadi tempat penyebaran informasi paling cepat di zaman sekarang. Dengan banyaknya platform yang dapat digunakan oleh siapapun tanpa memandang apapun, pemanfaatannya dapat terlaksana dengan maksimal. Tetapi, tetap dibutuhkan strategi untuk penyebarannya. Menurut Komalasari (2020) terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam E-tourism, yaitu sebagai berikut:

  1. Situs nerupakan tempat penyimpanan data dan informasi berdasarkan topik tertentu, kumpulan dari halaman situs yang saling berkaitan. Penggunaan situs dapat memudahkan wisatawan dalam pencarian informasi. Pemesanan melalui web juga membuat wisatawan nyaman dalam melakukan pemesanan penginapan karena mekanisme komunikasi yang efisien dan efektif.
  2. Media sosial. Media sosial sebagai sarana komunikasi memudahkan pengguna berbagi foto, video dan informasi. Media sosial dapat meningkatkan jumlah wisatawan karena informasi yang ada dapat tersebar dengan cepat. Media sosial mempunyai jangkauan yang luas dan mampu mempengaruhi banyak orang. Tahapan promosi melalui media sosial dapat disusun secara strategis dengan pembuaan konten yang menarik dan berkualitas dan diunggah ke platform media sosial yang telah ditentukan.
  3. Pemasangan iklan secara online. Objek wisata akan lebih dikenal oleh wisatwan mancanegara apabila tempat wisata memasang iklan melalui banyak media daring, mengingat tiap-tiap negara terkadang memakai platform yang berbeda.
  4. Forum diskusi. Forum ini bisa berupa rating atau kolom komentar yang ada di platform. Dimana wisatawan dapat mengobservasi dahulu tempat yang ingin dikunjunginya hanya dengan melihat kolom komentar. Kolom ini ditujukan untuk wisatawan yang telah datang berkunjung agar menuliskan pesan-kesan serta kritik dan sarannya kepada pengelola.
  5. Aplikasi mobile. Pengguna telepon genggam dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai perjalanan wisata dimanapun dan kapanpun.

Manfaat diberlakukannya e-tourism

Penerapan e-tourism bukan hanya bermanfaat bagi tempat wisata tersebut, tetapi juga memberikan dampak baik terhadap transportasi dan penginapan. Dalam bidang transportasi sendiri, e-tourism dapat meningkatkan penggunaan jasa-jasa transportasi yang menuju ke tempat wisata. Transportasi menjadi hal yang sangat penting bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata. Terkadang ada tempat wisata yang jauh dari tempat parkirnya. Dengan adanya e-tourism ini diharapkan mampu mempermudah perjalanan wisatwan dan memberikan kepuasan terhadap wisatawan untuk mengunjungi objek wisata. Sementara itu, untuk penginapan, e-tourism menjadi kebutuhan pasar global, memperluas jangkauan pemasaran. E-tourism menjadi kebutuhan dalam pelayanan konsumen dalam pasar global. Wisatawan yang berasal dari luar kota tidak perlu lagi khawatir pasal penginapan, karena dengan adanya e-tourism wisatawan dapat membooking penginapan dari jauh-jauh hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *