Peran Perempuan dalam Kearifan Pasar Terapung Kalimantan Selatan

Kearifan Pasar Terapung Kalimantan Selatan – Pasar terapung Kalimantan Selatan ini memiliki budaya yang sangat istimewa.Yang paling menarik adalah jual belinya dilakukan di perahu (Jukung-Jukung bagus) ada yang mengayuh, atau ada yang menggunakan mesin, bahkan ada yang menggunakan perahu iso) atau di Lanting yang rumahnya dekat pasar sungai. Untuk pedagang umumnya menggunakan perahu kayuh, namun sangat sedikit orang yang menggunakan perahu bermotor karena membutuhkan tenaga dan keterampilan yang besar mengarahkan perahu.

Aspek yang sangat menarik dari kegiatan pemasaran ini adalah sistem pertukaran yang sedang berlangsung yang terjadi dalam perdagangan antara pedagang. Misalnya, jika kita ingin menjual buah, kita dapat menukar barang kita dengan  makanan pokok pedagang dll. Kemudian, pedagang biasanya adalah wanita memakai klotok kecil atau jukung-jukung dengan dayung untuk menjual makanan tradisional, sayuran, buah-buahan,makanan pokok dan lain-lain. Aspek selanjutnya adalah pedagang atau para wanita ini biasanya mengenakan pakaian Batapih dan selendang Tanggui atau selimut lebar yang terbuat dari daun nipah.

Para pedagang perempuan di pasar terapung memiliki motivasi untuk melakukan perdagangan. Alasan yang memotivasi mereka karena pekerjaan ini adalah salah satu sumber penghidupan masyarakat yang dipraktikkan oleh banyak orang secara turun-temurun. Yang kedua untuk  merespon kebutuhan keluarga karena dana tidak mencukupi. Yang ketiga  Pedagang pasar terapung lebih mudah bekerja di pasar terapung karena berdagang di pasar terapung tidak berlangsung lama. Alasan keempat adalah berdagang di pasar terapung tidak membutuhkan banyak modal karena komoditasnya selain itu tradingnya  cukup menguntungkan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kearifan Pasar Terapung Kalimantan Selatan – Dari banyaknya alasan berdagang di pasar terapung yang mudah, hal tersebut tidak memungkinkan tidak adanya kendala saat berdagang. Namun para pedagang perempuan tetap melakoni pekerjaan tersebut meski terkadang dikendalai oleh banyak faktor. Faktor yang menghambat mereka adalah faktor usia, keterbatasan modal, area pasar yang terpisah-pisah, adanya jalan darat dan jembatan penyebrangan yang membuat sedikit masyarakat yang melintasi sungai serta munculnya pasar-pasar darat baik pasar tradisional yang buka pagi,siang dan sore maupun pasar tradisional seperti mall dan plaza.

Nilai kearifan lokal pedagang di pasar terapung adalah para pedagang perempuannya yang pantang menyerah,memiliki nilai kerja, nilai keberanian dan juga nilai keras kepala atas banyak resiko yang terjadi. Para pedagang perempuan di pasar terapung berperan dalam mengamankan mata pencaharian untuk kepentingan keluarga dan untuk melanjutkan tradisi turun-temurun. Mereka memiliki daya tahan yang cukup kuat. Bahkan tekanan berbagai perubahan sosial dan ekonomi tidak melemahkan semangat mendayung di Jukung mereka.

Baca juga : Mengenal Tradisi Bakar Batu Papua

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di 0812-3299-9470.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *