Peran Wong Kalang Dalam Keistimewaan Yogyakarta

Substansi keistimewaan Yogyakarta meliputi tiga hal yaitu :

  1. Istimewa dalam hal Sejarah Pembentukan Pemerintahan Daerah Istimewa
  2. Istimewa dalam hal Bentuk Pemerintahan
  3. Istimewa dalam hal Kepala Pemerintahan

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau disebut Zelfbestuurlandschappen/Daerah Swapraja yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangganya sendiri yang dinyatakan dalam kontrak politik.

Pada saat Belanda kembali ke Indonesia 1948 denganĀ  membonceng sekutu, pemerintahan Soekarno untuk sementara pindah ke Yogyakarta. Sri Sultan HB IX bersedia memberikan perlindungan dan dukungan dana kepada pemerintah yang waktu itu masih miskin dan lemah. Menurut cerita, Presiden Soekarno minta bantuan Kraton untuk membantu gaji Presiden, Wakil Presiden, dan para Menteri. Kraton minta bantuan kepada keluarga Kalang yaitu Hj. Noerijah di Kotagede. Oleh Hj. Noerijah kemudian dikirimkan 1 brankas berisi uang yang dibawa dengan gerobag sapi ke Kraton. Pada waktu itu Presiden tinggal di Gedung Agung sedang para menteri di Sagan, Kotabaru, dan Taman Yuwono. Kantor pemerintahan di Kepatihan Danurejan. Para menteri menggunakan kendaraan sepeda merk Releigh.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *