Perkembangan Desain Tempat Sampah di Kawasan Malioboro

Malioboro merupakan salah satu nama jalan yang terkenal di kota Yogyakarta dan menjadi kawasan wisata. Jalan ini membentang dari monument tugu hingga perempatan 0 kilometer gedung kantor pos. Kawasan jalan Malioboro ini merupakan poros garis imajiner pantai selatan, keraton dan gunung Merapi. Terdapat bangunan stasiun Yogyakarta dan rel kereta api yang membatasi dan membagi jalan Malioboro. Malioboro merupakan kawasan yang sejak dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan antara orang Belanda dan Tionghoa. Anggapan tersebut sampai saat ini masih bertahan dan justru semakin terus berkembang.

Kondisi lingkungan sosial tidak dapat lepas dari kehadiran tempat sampah yang melatar belakanginya, terutama pada saat benda itu dirancang dan diproduksi. Benda ini diciptakan sebagai bagian dari dukungan dan bentuk kepedulian manusia untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Melalui tulisan yang dikeluarkan oleh Wikipedia, “Tempat Sampah (Bahasa Inggris : Waste Container) didefinisikan sebagai wadah untuk menyimpan limbah dengan sifat sementara. Pada umumnya tempat sampah dibuat menggunakan bahan dasar logam, atau plastik, beberapa istilah umum lain yang digunakan dalam penyebutan antara lain, keranjang sampah, tong sampah, bak sampah atau ember sampah.”

Tempat sampah terdiri dari dua bagian yaitu: bagian atas yang merupakan bagian penutup atau lubang memasukan sampah, sedangkan pada bagian bawah merupakan bagian wadah penampung. Tempat sampah ini umumnya diletakan pada dalam ruangan dan luar ruangan. Di dalam ruangan disimpan di dapur digunakan untuk menampung benda usai pakai seperti sayur, tulang, plastik dan kertas. Sedangkan di luar ruangan disimpan di pekerangan depan atau belakang rumah, umumnya digunakan sebagai wadah pengumpul sampah – sampah yang berasal dari dalam rumah. Adapun tempat khusus yang dipergunakan untuk menyimpan sampah yang tergolong memiliki jenis-jenis yang khusus.

Terdapat berbagai pandangan terhadap benda tempat sampah ini, salah satunya sebagai benda yang kotor, menjijikan, sarang kuman dan menimbulkan banyak penyakit. Terlepas dari pandangan tersebut, tempat sampah tetap menjadi benda yang paling penting dan bagian dari kehidupan sehari – hari masyarakat sosial. Benda ini juga, merupakan benda yang selalu dijumpai pada akhir sebuah kegiatan konsumsi.

Perkembangan desain sebuah produk, memiliki artian sebagai sebuah produk yang mengalami perubahan signifikan dan besifat progresif. Perubahan tampilan bentuk dan material yang digunakan sebagai desain tempat sampah, dalam hal ini dapat kita amati perbandingannya. Sangat menarik untuk menelaah lebih lanjut perkembangan desain tempat sampah di kawasan yang dianggap menjadi ikon sebuah kota karena tempat sampah, terutama desainnya juga berfungsi sebagai wajah tata ruang kawasan dan kota secara umumnya.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *