Persepsi Masyarakat Lokal terhadap Eko Turisme di Desa Ketingan, Yogyakarta

Di Indonesia ada banyak obyek ekowisata.  Namun hanya sejumlah kecil tempat yang berhasil menarik wisatawan. Hal ini juga mempelajari objek ekowisata di salah satu desa di Yogyakarta.  Gagasan pariwisata berbasis masyarakat adalah memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Untuk mempertahankan lingkungan perlu dilestarikan. Jadi dengan menghubungkan antara dampak ekonomi dan dampak lingkungan membangun sebuah matriks. Ada empat sisi dari matriks yaitu campuran antara dampak ekonomi dan lingkungan. Yang paling tidak ideal adalah sisi kiri bawah di mana efek pada pariwisata menguntungkan bagi ekonomi dan lingkungan. Baik kiri atas dan kanan juga tidak ideal tetapi setidakbya memberikan dampak positif pada satu indikator.

Persepsi wisata tuan rumah adalah salah satu caea untuk mengukur dampak pariwisata terhadap masyarakat setempat. Pariwisata adalah industri yang unik dalam arti tidak hanya menjual barang tetapi juga menjual pengalaman. Alih-alih menawarkan barang dan mengirim abrang diluar wilayah produsen, pengalaman diproduksi dan dikomsumsi secara lokal. Kegiatan ini tidak dilakukan dalam ruang hampa. Ada interaksi antara turis dan masyarakat setempat. Interaksi melibatkan budaya dan ide yang berbeda. Konsekuensinya adalah bahwa kehidupan masyarakat setempat terpengaruh.

Dalam hal faktor sosial dan budaya ada ketidakpuasan yang dibawa wisatawan. Ada kesenjangan budaya antara penduduk desa setempat dan wisatawan. Mimpi pariwisata dapat menarik wisatawan dan bisnis yang berkembang tidak terwujud. Desa ketingan adalah salah satu contoh objek wisata yang sudah mencapai tahap keterlibatan tetapi gagal bertahan. Itu konsisten dengan (Butler, 2000) teori bahwa jika objek wisata gagal meningkatkan kapasitasnya makna akan menurun.

Pariwisata dalam perspektif masyarakat setempat memiliki efek negatif. Namun temuan dari jurnal menunjukkan bahwa lingkungan tidak terpenaruh oleh pariwisata. Hal tersebut berarti bahwa ekowisata benar-benar berfungsi tetapi tidak berhasil mempengaruhi faktor-faktor lain seperti ekonomi, sosial dan budaya dan kualitas hidup. Kedua faktor ini bersama-sama dapat meningkatkan potensi Desa Ketingan untuk  menjadi  menarik  bagi  wisatawan. Jika     wisatawan     datang     maka     Desa Ketingan dapat pindah dari kuadran 4 saat ini, ke kuadran 2 yang paling ideal.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *